javanesedance 冨岡三智

ジャワ舞踊&研究、日本・インドネシア芸術国際交流の記録
ソロ・バティック・カーニバルのお知らせ
バティックの町ソロでのバティック関係のイベントのお知らせです。

PRESS RELEASE: SOLO BATIK CARNIVAL 2008
Carnival is togethernes
Batik is live, solo is batik

Poster Solo Batik Carnival 2008
ポスター

ソロの市役所(balai kota)のプンドポにおいて

Citra kota Solo sebagai salah satu kota wisata dan kota budaya di Indonesia yang telah mengalami berbagai krisis multidimensional dalam perjalanan pertumbuhan kotanya, tentu mendambakan susatu kondisi kota yang damai dan berbudaya. Solo melahirkan tradisi batik yang terkenal dengan sebutan Batik Solo. Dalam perjalanan kulturalnya, Batik Solo ini menjadi salah satu akar pertumbuhan tradisi batik nusantara.

Untuk mengakselerasi pertumbuhan dan citra Kota Solo sebagai Kota Batik di tingkat nasional maupun internasional, Kota Solo pada 12 April 2008: Royal Dinner dan pencanangan program Solo Batik Carnival 2008 serta peragaan 100 peserta Indoor Solo Batik Carnival di Pura Mangkunegaran, pk. 19.00 – 21.00 wib; dan pada 13 April 2008 mengadakan Solo Batik Carnival dengan rute mulai dari Solo Center Point (Purwosari, Jl. Slamet Riyadi) dan berakhir di Balaikota Pemkot Surakarta (Jl. Jend. Sudirman). Pada pukul 14.00 wib – selesai. Menurut sejarahnya , pada abad ke-19 di kawasan sepanjang Jl. Slamet Riyadi ini disebut jalan Wihelminaan, yang membagi kota Surakarta menjadi dua – sebelah utara menjadi komplek Belanda dan selatan menjadi komplek Keraton. Jalan inilah yang seolah – olah menjadi ' pembelah ' kota Surakarta. Dengan dibukanya jalan menuju Semarang, terjadi pertumbuhan ekonomi dan kultural pada masyarakat Solo. Sejak itu keberagaman etnis, tradisi dan kesenian tumbuh dimasyarakat wilayah utara dan selatan kota.

Solo Batik Carnival (SBC) adalah suatu karnaval yang berbasis masyarakat dengan menggunakan batik, local genius kota Solo, sebagai sumber ide dasar dan spirit kreativitas masyarakat, yang selaras dengan Kota Solo – ' Solo, the Spirit of Java '. Berharap karnaval ini akan lebih mendekatkan masyarakat Solo terhadap kearifan lokal kotanya dan mencintai pertumbuhan kotanya yang makin plural dan multikultural. Oleh karena itu, untuk mematangkan kualitas karnaval, peserta telah mengikuti worksop costume, dance, dan runway yang dipandu oleh Jember Fashion Carnival pada tanggal 16 Maret 2008 dan dilanjutkan pada tanggal 29 dan 30 Maret 2008 untuk menggali kreativitas dan memahami i apa esensi karnaval itu. Sekitar 500 orang peserta dari berbagai lapisan masyarakat Solo ( Siswa/i SMU/K organisasi profesi, organisasi kebudayaan, organisasi swasta dan BUMN, institusi pemerintah dan swasta, grup kesenian, para individu dan sebagainya ). Acara karnaval pk. 14.00 - selesai, rute: Solo Center Point (Purwosari) menuju Balaikota Pemkot Surakarta.

Adapun acara pendamping Solo Batik Carnival adalah Srawung Batik, suatu pameran batik dan ragam produk handicraft yang diikuti oleh UKM-UKM batik dan handicraft dari Kota Solo. Srawung Batik ini bertujuan untuk merekatkan hubungan perajin-perajin batik, para UKM batik dan UKM handicraft batik dengan konsumen, memberdayakan ekonomi kerakyatan Kota Solo serta mengkokohkan Kota Solo sebagai Kota Batik. Pameran ini akan digelar di sepanjang city walk Jl. Slamet Riyadi, pk. 08.00-16.00 wib, dari Purwosari-Ndalem Wuryaningratan. Program karnaval inii diselenggarakan oleh Solo Center Point ( SCP ) Foundation dan Pemkot Surakarta.

HERU PRASETYA
Direktur Program Solo Batik Carnival







イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink
Cemati Art HouseよりBantul地域でのイベント
チュマティ・アート・ハウスよりのお知らせです。ジョグジャカルタ地震で被害にあったバントゥル地域の復興活動(フォード財団支援)の一環として、芸術イベントが開かれます。

Cemeti Art House and Jejaring Ford invite you to attend a Carnival and Performances
Culture from Five Villages

CARNIVAL
Sunday, 23 March 2008 at 8.30 a.m. till finished
Start at: Dwi Windu field, Bantul
Finish at: Trirenggo field, Bantul

PERFORMANCES
Sunday, 23 March 2008 10.00 a.m. till 5.00 P.M.
at Trirenggo field, Bantul
Reyog, Srandul, Ande-Ande Lumut, Emprak, Children Dances

A year after the earthquake in Bantul, in May 2007, the Ford Foundation initiated a network with the aim to increase the conditions for villagers concerning housing, health, gender, budget transparency and culture. This program has been running during one year in five different villages in the Bantul area (south of Yogyakarta): Joho, Kedungpring, Klisat, Warungpring and Kadisoro.

Cemeti Art House has participated especially in the cultural field, to create programs to re-vivid the local arts that have been absent, because of the earthquake or because of other reasons for a longer time. The local art forms, which in the villages are mostly the performing arts, have been activated and this has contributed to strengthen and rebuilding of social life in the villages. During the year, we not only supported rehearsals with experts, but we also introduced new methods through workshops, etc.

Cemeti Art House and our team of experts, stimulated small scale performances by using local / traditional skills and materials, with the goal to bring enthusiasm and joy. Besides this they also learned - how to organize art events in the future, - set up a network and - how to increase and develop their creative skills and - how cultural events can make a contribution to articulate their problems.

This festival is the final event of the year program.

We start with a carnival of hundreds participants with beautiful costumes and attributes, created of recycled and natural materials. One village uses only bamboo for their properties and one village makes special masks.

After the carnival, performances will take place during the day with a great variety from children horse dances, trance dances till all kinds of theater performances.

This program is supported by : Ford Foundation

Cemeti Art House / Rumah Seni Cemeti
Jl. D.I. Panjaitan 41Yogyakarta 55143 Indonesia
website: www.cemetiarthouse.com
open: Tuesday till Saturday, 9.00 a.m till 6.00 p.m.
イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink
Dedy Lutan Dance Company+Studio Taksu公演のお知らせ
ジャカルタのデディ・ルタン・ダンス・カンパニーとソロ(スラカルタ)のストゥディオ・タクス共同制作の公演がソロであります。私はジャカルタではデディ夫人のエリー(この公演にも出演)にも師事しています。

Pentas Tari
Dedy Lutan Dance Company bekerjasama dengan Studio Taksu
21 - 22 Maret 2008, pk. 19.30 wib


Taman Budaya Jawa Tengah di Surakarta
Jl. Ir. Sutami 57 Surakarta

Judul karya: Ariah si Mariam, Ketika Seorang Perempuan Berkata 'tidak'
Penata Tari: Wiwiek HW
Penari: Elly D.Lutan, Wiwik Widyastuti, Fajar Satriadi, Amelia Ahtari





イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink
子供の巡回ワヤン2
今年2月から12月にかけて、「クリウォンの日曜」の前夜に、子供によるワヤン(影絵)の巡回公演がソロ市内各所であります。

Press release:

WAYANG LINTANG JOHAR 2
Pentas Keliling Dalang Bocah Malam Minggu Kliwon
Februari – Desember 2008
anak-anak: masa depan sumber mata air tradisi


Menindaklanjuti pentas keliling dalang bocah yang kedua, dalang bocah bernama Yoga Magistra Utama akan menampilkan lakon Geger Mandura pada 22 Maret 2008, bertempat di Pasar Nusukan, Solo, pk. 19.00 wib.

Profil Dalang
Yoga Magistra Utama. Anak ketiga dari Ibu Eny Budi Kuswariati dan Prof. Dr. Waridi, S.Kar.,M.Hum, lahir pada 20 Maret 1998 di Karanganyar. Anak yang sukan mendalang, menari dan bermain gamelan saat ini masih tercatat sebagai siswa kelas 4 di SD Muhammadiyah I Ketelan, Surakarta. Ia juga pernah main Wayang Orang Anak-anak di Gedung Wayang Orang Sriwedari pada 2005 dengan lakon Srikandhi-Mustakaweni dan peran yang pernah dimainkannya adalah tokoh Gareng. Sudah empat kali dia mementaskan wayang kulit lakon 'Guwarso-Guwarsi'. Pentas keliling dalang cilik se-Jawa: Pati, Wonogiri, Malang, Purwokerto. Pendukung Indonesia Perfformance Art Mart (OPAM) di ISI Surakarta (2007) sebagai tokoh Gareng, pentas dalang bocah pada acara Expo dan Bazar 35 tahun perjalanan MTA Surakarta (Juli 2007).

Sinopsis Geger Mandura
Kemelut negara Mandura tak kunjung reda, disebabkan tingkah anak angkat sang raja bernama Kongsodewo yang berambisi ingin menggantikan tahta Kerajaan Mandura. Oleh karena itu tidak sedikit dari anak Prabu Basudewa menjadi korban pembunuhan. Melihat hal itu atas inisiatif sang Prabu Basudewa, Raden Kakrasana, Narayana dan Bratajaya kemudian diasingkan ke Desa Widarakandang. Namun demikian keberadaan ketiga anak tersebut telah diketahui oleh Kongso. Kemudian usaha untuk membunuh ketiga anak Basudewa tersebut, Kongso menggunakan cara mengadakan adu jago manusia, antara Mandura dan Kadipaten Sengkapura. Berkat kesatuan dan ketulusan hati demi memayu hayuning bawana dan atas rahmat Allah swt, putra Mandura berhasil mengurungkan niat jahat Kongsodewa dan berakhir dengan kematiannya.

A. Latar Depan Wayang Lintang Johar
Kuo Pao Kun (2001), tokoh teater modern Singapura, mengatakan anda cukup beruntung menjadi bangsa Indonesia, bisa meminum begitu banyak sumber mata air tradisi di Indonesia. Ungkapan Pau Kun tersebut cukup releven jika kita menengok bagaimana eksistensi seni tradisi bagi anak-anak di perkotaan, khususnya Kota Solo. Ruang-ruang publik kultural sebagai ruang bermain di perkotaan makin menyempit dan nyaris punah, hanya ruang ekonomi makin dominan. Ruang bermain sebagai ruang kreatif anak dalam proses interaksi sosial dan kultural dalam kehidupan nyata sudah tidak natural. Budaya televisi telah memasuki memori kolektif anak. dan berdampak menyeragamkan kreativitas. Tontonan TV menjadi panutan anak, 'idola' dan 'pengganti pengasuh orang tua' dalam pendidikan anak, juga menggantikan ruang bermain yang tidak mendekatkan anak terhadap alam sekitar. Secara psikologis, membuat anak berjarak dengan realitas.

Wayang dengan banyak ragamnya, salah satu seni tradisional nusantara, yang sangat populer bagi masyarakat Jawa hingga kini dan juga local genius Kota Solo, meski telah diakui sebagai pusaka dunia (world heritage) oleh UNESCO sejak 2003 – sudahkah mencapai esensinya sebagai sumber mata air tradisi dalam kreativitas berkesenian di mata anak-anak? Menurut Heri Hono, perupa kontemporer Indonesia, wayang adalah kartun atau bentuk sederhana dari film kartun. Walaupun wayang sudah akrab dengan masyarakat Jawa melalui radio dan televisi, tapi masih banyak anak-anak masa kini mayoritas masih menyukai tokoh-tokoh hero impor – superman, batman, spiderman dan kartun Jepang yang menjadi idola. Misalnya, Gatotkoco masih kalah dengan mereka, belum jadi idola anak-anak Indonesia. Apakah kita terus menunggu bangsa lain yang terus menggali kekayaan local genius nusantara?

Oleh karena itu, penting diadakan pentas Wayang Lintang Johar, pentas anak-anak dalam ekspresi pertunjukan wayang kulit dan wayang bocah di ruang-ruang publik kota Solo tiap bulan sekali minggu kliwonan (Februari - Desember 2008). Di sini mereka langsung bersentuhan dengan realitas publik kota untuk mengundang publik apakah mereka masih setia menjadi masyarakat pendukung seni wayang yang bisa mendorong lahirnya kreator-kreator wayang masa depan. Ataukah anak-anak kreator wayang ini akan memasuki jalan sunyi di masa depan? Kata 'lintang johar' disini bermakna dari dalang bocah akan lahir dalang masa depan yang membangun dan mencipta tradisi – kata mencipta dan membangun tersebut mengkristal menjadi 'melestarikan'. Artinya, mereka mampu berproses, berkreativitas, dan melestarikan wayang sesuai dengan perubahan zamannya dengan bertumpu pada akar local genius-nya. Dengan demikian mereka di masa depan akan mampu memasuki dialektik kebudayaan yang memahami tanda-tanda perubahan zaman. Jadi dalam Wayang Lintang Johar ini berharap akan lahir bintang kecil tradisi, kreator wayang masa depan yang lintas-batas. Anak-anak adalah masa depan sumber mata air tradisi!

B. Tujuan
Membangun dan mengembangkan otoritas imajiner kreativitas anak.
Sebagai pendidikan informal untuk berproses, berkreativitas, dan melestarikan wayang sesuai dengan perubahan zamannya dengan bertumpu pada akar local genius-nya.
Mendekatkan anak pada kekayaan tradisi dan pusaka budaya nusantara sebagai sebagai sumber kreativitas.

C. Waktu & Tempat
16 Februari 2008.Pk 19.00 Wib di City Walk Depan Taman Sriwedari
22 Maret 2008.Pk 19.00 Wib di Halaman Pasar Nusukan
26 April 2008. Pk. 19.00 Wib Di halaman Kantor Solopos
31 Mei 2008.Pk 19.00 Wib Di City Walk, Depan Solo Grand Mall
5 Juli 2008 Pk. 19.00 Wib Di Kampung Batik Kauman
9 Agustus 2008. 19.00 Wib Di Pasar Gede
13 September 2008 .19.00 Wib Di Dusun Manahan,Jl. Menteri Supeno 20
18 Oktober 2008.19.00 Wib Di City Walk Depan Loji Gandrung
22 November 2008.19.00 Wib Di Kampung Batik Baluwarti
27 Desember 2008.19.00 Wib. Di City Walk Taman Sriwedari

F. Penyelenggara:
Matataya arts&heritage bekerja sama dengan Taman Budaya Surakarta dan Padepokan Seni Sarotama.
イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink
ソロでの舞踊公演のお知らせ(終わってます)
ダウンしている間に終わってしまった公演のお知らせです…

Gelar dan Dialog Tari

24 Februari 2008, pk. 19.30 wib
Pendhapa Wisma Seni TBJT (Jl. Ir. Sutami 57 Surakarta)
1 Bedhaya Bengawan Solo
karya: Djarod B. Darsono – STUDIO TaKsu Solo
2 Pendekatan Training dalam Ruang Penciptaan
Karya: Fajar Satriadi
pembahas: Wahyu Santoso Prabowo & Sri Hadi Bismo
Kerjasama Taman Budaya Jawa Tengah dan Komunitas Wisma Seni

余談・・・

1- ジャロット&「ストゥディオ・タクス」は2006年10月に来日して第7回フィジカルシアターフェスティバルに出演しています
2-ファジャールの経歴はこちら→ http://redwhitedance.multiply.com/
コメンテーターはどちらも芸大(ISI Surakarta)教員で舞踊家

イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink
子供の巡回ワヤンのお知らせ
プレスリリース

今年2月から8月にかけて、「クリウォンの日曜」前夜に、子供によるワヤン(影絵)の巡回公演がソロ市内各所であります。

WAYANG LINTANG JOHAR
Pentas Keliling Dalang Bocah Malam Minggu Kliwon
Februari – Desember 2008

anak-anak: masa depan sumber mata air tradisi

A. Latar Depan

Kuo Pao Kun (2001), tokoh teater modern Singapura, mengatakan anda cukup beruntung menjadi bangsa Indonesia, bisa meminum begitu banyak sumber mata air tradisi di Indonesia. Ungkapan Pau Kun tersebut cukup releven jika kita menengok bagaimana eksistensi seni tradisi bagi anak-anak di perkotaan, khususnya Kota Solo. Ruang-ruang publik kultural sebagai ruang bermain di perkotaan makin menyempit dan nyaris punah, hanya ruang ekonomi makin dominan. Ruang bermain sebagai ruang kreatif anak dalam proses interaksi sosial dan kultural dalam kehidupan nyata sudah tidak natural. Budaya televisi telah memasuki memori kolektif anak. dan berdampak menyeragamkan kreativitas. Tontonan TV menjadi panutan anak, 'idola' dan 'pengganti pengasuh orang tua' dalam pendidikan anak, juga menggantikan ruang bermain yang tidak mendekatkan anak terhadap alam sekitar. Secara psikologis, membuat anak berjarak dengan realitas.

Wayang dengan banyak ragamnya, salah satu seni tradisional nusantara, yang sangat populer bagi masyarakat Jawa hingga kini dan juga local genius Kota Solo, meski telah diakui sebagai pusaka dunia (world heritage) oleh UNESCO sejak 2003 – sudahkah mencapai esensinya sebagai sumber mata air tradisi dalam kreativitas berkesenian di mata anak-anak? Menurut Heri Hono, perupa kontemporer Indonesia, wayang adalah kartun atau bentuk sederhana dari film kartun. Walaupun wayang sudah akrab dengan masyarakat Jawa melalui radio dan televisi, tapi masih banyak anak-anak masa kini mayoritas masih menyukai tokoh-tokoh hero impor – superman, batman, spiderman dan kartun Jepang yang menjadi idola. Misalnya, Gatotkoco masih kalah dengan mereka, belum jadi idola anak-anak Indonesia. Apakah kita terus menunggu bangsa lain yang terus menggali kekayaan local genius nusantara?

Oleh karena itu, penting diadakan pentas Wayang Lintang Johar, pentas anak-anak dalam ekspresi pertunjukan wayang kulit dan wayang bocah di ruang-ruang publik kota Solo tiap bulan sekali minggu kliwonan (Februari - Desember 2008). Di sini mereka langsung bersentuhan dengan realitas publik kota untuk mengundang publik apakah mereka masih setia menjadi masyarakat pendukung seni wayang yang bisa mendorong lahirnya kreator-kreator wayang masa depan. Ataukah anak-anak kreator wayang ini akan memasuki jalan sunyi di masa depan? Kata 'lintang johar' disini bermakna dari dalang bocah akan lahir dalang masa depan yang membangun dan mencipta tradisi – kata mencipta dan membangun tersebut mengkristal menjadi 'melestarikan'. Artinya, mereka mampu berproses, berkreativitas, dan melestarikan wayang sesuai dengan perubahan zamannya dengan bertumpu pada akar local genius-nya. Dengan demikian mereka di masa depan akan mampu memasuki dialektik kebudayaan yang memahami tanda-tanda perubahan zaman. Jadi dalam Wayang Lintang Johar ini berharap akan lahir bintang kecil tradisi, kreator wayang masa depan yang lintas-batas. Anak-anak adalah masa depan sumber mata air tradisi!

B. Tujuan

Membangun dan mengembangkan otoritas imajiner kreativitas anak.
Sebagai pendidikan informal untuk berproses, berkreativitas, dan melestarikan wayang sesuai dengan perubahan zamannya dengan bertumpu pada akar local genius-nya.
Mendekatkan anak pada kekayaan tradisi dan pusaka budaya nusantara sebagai sebagai sumber kreativitas.

C. Waktu & Tempat

16 Februari 2008.Pk 19.00 Wib di City Walk Depan Taman Sriwedari
22 Maret 2008.Pk 19.00 Wib di Halaman Pasar Nusukan
26 April 2008. Pk. 19.00 Wib Di halaman Kantor Solopos
31 Mei 2008.Pk 19.00 Wib Di City Walk, Depan Solo Grand Mall
5 Juli 2008 Pk. 19.00 Wib Di Kampung Batik Kauman
9 Agustus 2008. 19.00 Wib Di Pasar Gede
13 September 2008 .19.00 Wib Di Dusun Manahan,Jl. Menteri Supeno 20
18 Oktober 2008.19.00 Wib Di City Walk Depan Loji Gandrung
22 November 2008.19.00 Wib Di Kampung Batik Baluwarti
27 Desember 2008.19.00 Wib. Di City Walk Taman Sriwedari

E. Profil Dalang Bocah (penampil tgl 16 Februari):

●ADAM GIFARI
Dilahirkan di Surakarta 13 September 1999, putra dari Bapak H. Rhoma Irama dengan Ibu Gita Andhini Saputri. Belajar mendalang semenjak usia 3,5 tahun di Sanggar Seni Sarotama. Saat ini duduk di bangku kelas 2 SD al-firdaus Surakarta. Tokoh idolanya: Sunan Kalijaga. Tercatat pentas dalang sudah 34 kali. Kamis, 5 April 2007 Juara II Lomba Pidato Bahasa Jawa se-Kotamadya Surakarta dalam rangka Maulud Nabi yang diselenggarakan Depag Surakarta. Pengalaman mendalang keliling Jawa: Tahun 2005 pentas Wayang Kancil: Jogja, Salatiga, Surabaya, Jakarta. Tahun 2005 pentas ekshibisi Lomba Dalang Cilik se-Karesidenan Surakarta di Wonogiri. Tahun 2006 pentas ekshibisi Dalang Cilik se-Kota Surakarta di Joglo Sriwedari. Tahun 2007 pentas Duet 2 Kelir 2 dalang: Pati, Malang, Wonogiri, Purwokerto. Tahun 2007 pentas dalang bocah dalam Festival Budaya Jawa Tengah di RRI Semarang. Tahun 2007 sebagai pendukung kolaborasi wayang anak sebagai tokoh Guwarso dalam rangka Indonesia Performance Art Mart di ISI Surakarta sebagai tokoh Guwarso. Pentas Wungonan Gubernur Jawa Tengah di Rumah Dinas Puri Gedeh Semarang, pentas dalang bocah pada acara Expo dan Bazar 35 tahun perjalanan MTA Surakarta, Juli 2007.

●ANGGIT LARAS PRABOWO
Dilahirkan di Karanganyar, 2 Maret 2000 adalah putra bungsu dari keluarga Bapak Purwadi, Kepala Desa Tunggulrejo Jumantono, Matesi, Karanganyar. Saat ini duduk di bangku Sekolah Dasar Negeri Tunggulrejo kelas 2. semenjak usia 5 tahun mulai mencintai dan senang menonton wayang kulit. Berawal dari menonton kemudian ada minat menjadi dalang. Kemudian terus tekun berlatih menirukan dalang-dalang seperti Ki Manteb Soedarsono, Ki Entus, Bayu Aji melalui VCD maupun pertunjukkan secara langsung. Dan kemudian dibina oleh seorang dalang bernama Ki Waluyo Wignyocarito dari Matesih, Karanganyar. Awal tahun 2007 dititipkan di Padepokan Seni Sarotama sampai sekarang. Pengalaman mendalang sudah terhitung 24 kali, yang terakhir mengikuti pentas dalang dalam rangka Festival Budaya Jawa Tengah di RRI Semarang 30 Mei 2007 dan Pentas Wungonan Gubernur Jawa Tengah di Rumah Dinas Puri Gedeh Semarang.

F. Penyelenggara:

Matataya arts&heritage bekerja sama dengan Taman Budaya Surakarta dan Padepokan Seni Sarotama.
イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink
Cemeti Art Houseの休暇
風邪と多忙のため、長らく更新できませんでした。
まずはインドネシアはジョグジャカルタにある画廊Cemati Art Houseの休暇のお知らせを転載します。

英語・・・
Cemeti Art House is closed (annual vacation) from 17 February till 10 March 2008
We will be open again from 11 March 2008
Coming exhibition : 18 April 2008 "KITA!!: Japanese Artists Meet Indonesia" by Yoshitomo Nara (奈良美智) +Graf (YNG)
project organised by the Japan Foundation

インドネシア語・・・

Rumah Seni Cemeti tutup (libur tahunan) 17 Februari s/d 10 Maret 2008
Buka kembali 11 Maret 2008
Pameran yang akan datang : 18 April 2008 "KITA!!: Japanese Artists Meet Indonesia" oleh Yoshitomo Nara (奈良美智) +Graf (YNG)
pameran ini diorganisir oleh Japan Foundation

------------------------------------------
Rumah Seni Cemeti / Cemeti Art House
Jl. D. I. Panjaitan No. 41 Yogyakarta 55143 Indonesia
Telp/Fax. +62 (0)274 371015
Website: www.cemetiarthouse.com
Buka/Open: Tuesday - Saturday, 09.00 - 18.00
-------------------------------------------
イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink
アジア現代演劇プロジェクトのお知らせ
私とAPI Fellwoshipで同期のジョー(マレーシア人)からのお知らせです。

世田谷パブリックシアターで「アジア現代演劇プロジェクト」が行われまとす。これは2003年から始動しているプロジェクトで、2005年に最終成果を出しているものの、その後も出演者による共同作業は続いているようです。ジョーとは、実はこのプロジェクトで2003年に知り合い(私もお手伝いしていたので)、2007年にインドネシアのソロでいきなり再会しました。彼女もAPIをもらって、ソロに調査に来てたんですね。このプロジェクトには他のアジアの国の演劇人も参加していますが、ここではジョーとインドネシアのディンドンの出演分を紹介します。そういえば、ディンドンとも2007年にいきなりIKJ(ジャカルタ芸大)の構内で再会しました。

公 演: 『ブレイク-ィング』、『オン/オフ』同時上演
http://setagaya-pt.jp/theater_info/2008/02/post_108.html

『ブレイク-ィング』…ジョー他の演出
『オン/オフ』…ディンドンの演出

2008年2月14日(木)〜17日(日)
劇 場: シアタートラム

シンポジウム
「アジア現代演劇コラボレーションの現在と未来」

http://setagaya-pt.jp/workshop/2008/02/post_42.html

2008年2月20日(水)18:00〜21:30
「マレーシアとインドネシア―現代演劇の現状とコラボレーションの有効性」

2008年2月23日(土)18:00〜21:30
「新たな演劇を生み出す環境―ネットワーク化と支援体制を考える」

場  所: シアタートラム
参加費: 無料

ワークショップ
他者を活かす作品づくりに向けて 
『コラボレーションの手法 ― アジア現代演劇の実践から』

http://setagaya-pt.jp/workshop/2008/02/post_41.html

Bコース 
「マレーシア『ペンタス・プロジェクト』での演劇創造」
進行:ジョー・クカサス他
2008年2月18日(月)〜20日(水) 10:30〜16:30

Cコース
「無意識を活用した作品創造―インドネシア『テアトル・クブール』のメソッド紹介」
進行:ディンドン・WS
2008年2月21日(木)〜23日(土)10:30〜16:30

場 所: シアタートラム ほか
イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink
普通でない音楽?の公演
ソロで普通でない音楽?の公演があります。ソロからの出演者はスラメット・グンドノさん率いるコムニタス・ワヤン・スケットです。バンドン代表の人については知りません…。STSIバンドンとあるので、芸大の先生なんでしょう。

スラメット・グンドノさんは、ガリン・ヌグロホの映画「オペラ・ジャワ」に出てくる、小錦みたいな巨体のダランと言えば分かるでしょうか。彼の作品は音楽にしろ、演劇・舞踊的なものにしろ、混沌としていて、もうワヤンとしか言えないような面白さがあります。もっとも今度の作品がどんなものかはぜんぜん知りません…。

ちなみにワヤン・スケットというのはスケット(わらしべ)を編んで作ったワヤン人形のこと。彼がワヤン・スケットのグループで活動するときはいつもワヤン・スケットがちらっと出てきます。(少なくとも私が見た限りでは)ワヤン・スケットが始まった当時に聞いた話では、一般の正統派ワヤンに対して、田舎の、民衆の生活から生まれてきた物語ということを表しているのだと言ってました。昔の田舎の子供はワヤン・スケットを作って遊んだものだそうです。

PENTAS BUKAN MUSIK BIASA
forum 1 x 2 bulan

Sabtu, 26 Januari 2008
pk. 19.30 wib
di WISMA SENI
Taman Budaya Surakarta, Jl.Ir.Sutami 57, Surakarta

mempresentasikan karya

dari Solo: SLAMET GUNDONO
Komunitas Wayang Suket

dari Bandung: S.LAWE
STSI BANDUNG

kerjasama:
Taman Budaya Surakarta & Komunitas Wisma Seni

イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink
Cemati Art Houseより お知らせ
ジョグジャカルタにある画廊チュマティより、シンガポールで行う展覧会の案内です。

(英語版)
THE PAST - THE FORGOTTEN TIME
at M1 FRINGE FESTIVAL SINGAPORE

The exhibition will be held from 16 till 28 January 2008
at the National Museum of Singapore


Indonesian artists interpret Indonesian history, 1930 - 1960 Agus Suwage, Eko Nugroho, Irwan Ahmett, Prilla Tania, Wimo Ambala Bayang, Yuli Prayitno and R. E. Hartanto.

In 2008 the Necassary Stage, Singapore organises events within the theme 'Art and History'. The touring exhibition curated by Cemeti Art House 'THE PAST - THE FORGOTTEN TIME' participates in the M1 Fringe Festival. With its subject of historical and structural changes in cities through Indonesia between 1930 - 1960, it will show and discuss the importance and relevance for current developments to a wider Asian Audience.

For more information: http://www.singaporefringe.com/

-----------------------------------------

(インドネシア語版版)
MASA LALU MASA LUPA
di M1 FRINGE FESTIVAL SINGAPORE

Pameran berlansung dari 16 - 28 Januari 2008
Di National Museum of Singapore


Rumah Seni Cemeti berpartisipasi dalam M1 Fringe Festival 2008 dengan menampilkan pameran "Masa Lalu Masa Lupa", diikuti Agus Suwage, Eko Nugroho, Irwan Ahmett, Prilla Tania, Wimo Ambala Bayang, Yuli Prayitno dan R. E. Hartanto.

Pada 2008, pameran yang digagas oleh The Necessary Stage ini mengambil tema "Seni dan Sejarah", sehingga tema sejarah perkotaan di Indonesia pada kurun waktu 1930 - 1960 yang menjadi gagasan dasar bagi pameran "Masa Lalu Masa Lupa" menjadi sangat relevan untuk dibicarakan bersama dengan masyarakat Asia Tenggara yang menjadi fokus penyelenggaraan festival ini.

Pameran ini telah ditampilkan di tujuh kota: Den Haag, Amsterdam, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, dan Shanghai. Partisipasi dalam M1 Fringe Festival merupakan penutup bagi proyek "Masa Lalu Masa Lupa" yang telah dilakukan oleh Rumah Seni Cemeti sepanjang tahun 2007 yang lalu.

Untuk informasi lebih lanjut: http://www.singaporefringe.com/

-----------------------------------------
Cemeti Art House / Rumah Seni Cemeti
Jl. D.I. Panjaitan 41
Yogyakarta 55143 Indonesia
Tel / Fax : +62 274 371015
email: cemetiah@indosat.net.id
website: www.cemetiarthouse.com
open: Tuesday till Saturday, 9.00 a.m till 6.00 p.m.
イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink