FC2ブログ
 
Cemati Art HouseよりBantul地域でのイベント
チュマティ・アート・ハウスよりのお知らせです。ジョグジャカルタ地震で被害にあったバントゥル地域の復興活動(フォード財団支援)の一環として、芸術イベントが開かれます。

Cemeti Art House and Jejaring Ford invite you to attend a Carnival and Performances
Culture from Five Villages

CARNIVAL
Sunday, 23 March 2008 at 8.30 a.m. till finished
Start at: Dwi Windu field, Bantul
Finish at: Trirenggo field, Bantul

PERFORMANCES
Sunday, 23 March 2008 10.00 a.m. till 5.00 P.M.
at Trirenggo field, Bantul
Reyog, Srandul, Ande-Ande Lumut, Emprak, Children Dances

A year after the earthquake in Bantul, in May 2007, the Ford Foundation initiated a network with the aim to increase the conditions for villagers concerning housing, health, gender, budget transparency and culture. This program has been running during one year in five different villages in the Bantul area (south of Yogyakarta): Joho, Kedungpring, Klisat, Warungpring and Kadisoro.

Cemeti Art House has participated especially in the cultural field, to create programs to re-vivid the local arts that have been absent, because of the earthquake or because of other reasons for a longer time. The local art forms, which in the villages are mostly the performing arts, have been activated and this has contributed to strengthen and rebuilding of social life in the villages. During the year, we not only supported rehearsals with experts, but we also introduced new methods through workshops, etc.

Cemeti Art House and our team of experts, stimulated small scale performances by using local / traditional skills and materials, with the goal to bring enthusiasm and joy. Besides this they also learned - how to organize art events in the future, - set up a network and - how to increase and develop their creative skills and - how cultural events can make a contribution to articulate their problems.

This festival is the final event of the year program.

We start with a carnival of hundreds participants with beautiful costumes and attributes, created of recycled and natural materials. One village uses only bamboo for their properties and one village makes special masks.

After the carnival, performances will take place during the day with a great variety from children horse dances, trance dances till all kinds of theater performances.

This program is supported by : Ford Foundation

Cemeti Art House / Rumah Seni Cemeti
Jl. D.I. Panjaitan 41Yogyakarta 55143 Indonesia
website: www.cemetiarthouse.com
open: Tuesday till Saturday, 9.00 a.m till 6.00 p.m.
Dedy Lutan Dance Company+Studio Taksu公演のお知らせ
ジャカルタのデディ・ルタン・ダンス・カンパニーとソロ(スラカルタ)のストゥディオ・タクス共同制作の公演がソロであります。私はジャカルタではデディ夫人のエリー(この公演にも出演)にも師事しています。

Pentas Tari
Dedy Lutan Dance Company bekerjasama dengan Studio Taksu
21 - 22 Maret 2008, pk. 19.30 wib


Taman Budaya Jawa Tengah di Surakarta
Jl. Ir. Sutami 57 Surakarta

Judul karya: Ariah si Mariam, Ketika Seorang Perempuan Berkata 'tidak'
Penata Tari: Wiwiek HW
Penari: Elly D.Lutan, Wiwik Widyastuti, Fajar Satriadi, Amelia Ahtari





子供の巡回ワヤン2
今年2月から12月にかけて、「クリウォンの日曜」の前夜に、子供によるワヤン(影絵)の巡回公演がソロ市内各所であります。

Press release:

WAYANG LINTANG JOHAR 2
Pentas Keliling Dalang Bocah Malam Minggu Kliwon
Februari – Desember 2008
anak-anak: masa depan sumber mata air tradisi


Menindaklanjuti pentas keliling dalang bocah yang kedua, dalang bocah bernama Yoga Magistra Utama akan menampilkan lakon Geger Mandura pada 22 Maret 2008, bertempat di Pasar Nusukan, Solo, pk. 19.00 wib.

Profil Dalang
Yoga Magistra Utama. Anak ketiga dari Ibu Eny Budi Kuswariati dan Prof. Dr. Waridi, S.Kar.,M.Hum, lahir pada 20 Maret 1998 di Karanganyar. Anak yang sukan mendalang, menari dan bermain gamelan saat ini masih tercatat sebagai siswa kelas 4 di SD Muhammadiyah I Ketelan, Surakarta. Ia juga pernah main Wayang Orang Anak-anak di Gedung Wayang Orang Sriwedari pada 2005 dengan lakon Srikandhi-Mustakaweni dan peran yang pernah dimainkannya adalah tokoh Gareng. Sudah empat kali dia mementaskan wayang kulit lakon 'Guwarso-Guwarsi'. Pentas keliling dalang cilik se-Jawa: Pati, Wonogiri, Malang, Purwokerto. Pendukung Indonesia Perfformance Art Mart (OPAM) di ISI Surakarta (2007) sebagai tokoh Gareng, pentas dalang bocah pada acara Expo dan Bazar 35 tahun perjalanan MTA Surakarta (Juli 2007).

Sinopsis Geger Mandura
Kemelut negara Mandura tak kunjung reda, disebabkan tingkah anak angkat sang raja bernama Kongsodewo yang berambisi ingin menggantikan tahta Kerajaan Mandura. Oleh karena itu tidak sedikit dari anak Prabu Basudewa menjadi korban pembunuhan. Melihat hal itu atas inisiatif sang Prabu Basudewa, Raden Kakrasana, Narayana dan Bratajaya kemudian diasingkan ke Desa Widarakandang. Namun demikian keberadaan ketiga anak tersebut telah diketahui oleh Kongso. Kemudian usaha untuk membunuh ketiga anak Basudewa tersebut, Kongso menggunakan cara mengadakan adu jago manusia, antara Mandura dan Kadipaten Sengkapura. Berkat kesatuan dan ketulusan hati demi memayu hayuning bawana dan atas rahmat Allah swt, putra Mandura berhasil mengurungkan niat jahat Kongsodewa dan berakhir dengan kematiannya.

A. Latar Depan Wayang Lintang Johar
Kuo Pao Kun (2001), tokoh teater modern Singapura, mengatakan anda cukup beruntung menjadi bangsa Indonesia, bisa meminum begitu banyak sumber mata air tradisi di Indonesia. Ungkapan Pau Kun tersebut cukup releven jika kita menengok bagaimana eksistensi seni tradisi bagi anak-anak di perkotaan, khususnya Kota Solo. Ruang-ruang publik kultural sebagai ruang bermain di perkotaan makin menyempit dan nyaris punah, hanya ruang ekonomi makin dominan. Ruang bermain sebagai ruang kreatif anak dalam proses interaksi sosial dan kultural dalam kehidupan nyata sudah tidak natural. Budaya televisi telah memasuki memori kolektif anak. dan berdampak menyeragamkan kreativitas. Tontonan TV menjadi panutan anak, 'idola' dan 'pengganti pengasuh orang tua' dalam pendidikan anak, juga menggantikan ruang bermain yang tidak mendekatkan anak terhadap alam sekitar. Secara psikologis, membuat anak berjarak dengan realitas.

Wayang dengan banyak ragamnya, salah satu seni tradisional nusantara, yang sangat populer bagi masyarakat Jawa hingga kini dan juga local genius Kota Solo, meski telah diakui sebagai pusaka dunia (world heritage) oleh UNESCO sejak 2003 – sudahkah mencapai esensinya sebagai sumber mata air tradisi dalam kreativitas berkesenian di mata anak-anak? Menurut Heri Hono, perupa kontemporer Indonesia, wayang adalah kartun atau bentuk sederhana dari film kartun. Walaupun wayang sudah akrab dengan masyarakat Jawa melalui radio dan televisi, tapi masih banyak anak-anak masa kini mayoritas masih menyukai tokoh-tokoh hero impor – superman, batman, spiderman dan kartun Jepang yang menjadi idola. Misalnya, Gatotkoco masih kalah dengan mereka, belum jadi idola anak-anak Indonesia. Apakah kita terus menunggu bangsa lain yang terus menggali kekayaan local genius nusantara?

Oleh karena itu, penting diadakan pentas Wayang Lintang Johar, pentas anak-anak dalam ekspresi pertunjukan wayang kulit dan wayang bocah di ruang-ruang publik kota Solo tiap bulan sekali minggu kliwonan (Februari - Desember 2008). Di sini mereka langsung bersentuhan dengan realitas publik kota untuk mengundang publik apakah mereka masih setia menjadi masyarakat pendukung seni wayang yang bisa mendorong lahirnya kreator-kreator wayang masa depan. Ataukah anak-anak kreator wayang ini akan memasuki jalan sunyi di masa depan? Kata 'lintang johar' disini bermakna dari dalang bocah akan lahir dalang masa depan yang membangun dan mencipta tradisi – kata mencipta dan membangun tersebut mengkristal menjadi 'melestarikan'. Artinya, mereka mampu berproses, berkreativitas, dan melestarikan wayang sesuai dengan perubahan zamannya dengan bertumpu pada akar local genius-nya. Dengan demikian mereka di masa depan akan mampu memasuki dialektik kebudayaan yang memahami tanda-tanda perubahan zaman. Jadi dalam Wayang Lintang Johar ini berharap akan lahir bintang kecil tradisi, kreator wayang masa depan yang lintas-batas. Anak-anak adalah masa depan sumber mata air tradisi!

B. Tujuan
Membangun dan mengembangkan otoritas imajiner kreativitas anak.
Sebagai pendidikan informal untuk berproses, berkreativitas, dan melestarikan wayang sesuai dengan perubahan zamannya dengan bertumpu pada akar local genius-nya.
Mendekatkan anak pada kekayaan tradisi dan pusaka budaya nusantara sebagai sebagai sumber kreativitas.

C. Waktu & Tempat
16 Februari 2008.Pk 19.00 Wib di City Walk Depan Taman Sriwedari
22 Maret 2008.Pk 19.00 Wib di Halaman Pasar Nusukan
26 April 2008. Pk. 19.00 Wib Di halaman Kantor Solopos
31 Mei 2008.Pk 19.00 Wib Di City Walk, Depan Solo Grand Mall
5 Juli 2008 Pk. 19.00 Wib Di Kampung Batik Kauman
9 Agustus 2008. 19.00 Wib Di Pasar Gede
13 September 2008 .19.00 Wib Di Dusun Manahan,Jl. Menteri Supeno 20
18 Oktober 2008.19.00 Wib Di City Walk Depan Loji Gandrung
22 November 2008.19.00 Wib Di Kampung Batik Baluwarti
27 Desember 2008.19.00 Wib. Di City Walk Taman Sriwedari

F. Penyelenggara:
Matataya arts&heritage bekerja sama dengan Taman Budaya Surakarta dan Padepokan Seni Sarotama.
3月の水牛
今月号の「水牛」では、「スハルト大統領の芸術」について書いています。

1月末にスハルト大統領が亡くなったことに寄せて(もう1ヶ月経ってしまいましたが…)、私が留学中に見た、壮大なスハルト国家イベント行事について書いています。私の1回目の留学はちょうどスハルト時代の絶頂の1996年から、スハルトが退陣する直前の1998年5月まででした。
ソロでの舞踊公演のお知らせ(終わってます)
ダウンしている間に終わってしまった公演のお知らせです…

Gelar dan Dialog Tari

24 Februari 2008, pk. 19.30 wib
Pendhapa Wisma Seni TBJT (Jl. Ir. Sutami 57 Surakarta)
1 Bedhaya Bengawan Solo
karya: Djarod B. Darsono – STUDIO TaKsu Solo
2 Pendekatan Training dalam Ruang Penciptaan
Karya: Fajar Satriadi
pembahas: Wahyu Santoso Prabowo & Sri Hadi Bismo
Kerjasama Taman Budaya Jawa Tengah dan Komunitas Wisma Seni

余談・・・

1- ジャロット&「ストゥディオ・タクス」は2006年10月に来日して第7回フィジカルシアターフェスティバルに出演しています
2-ファジャールの経歴はこちら→ http://redwhitedance.multiply.com/
コメンテーターはどちらも芸大(ISI Surakarta)教員で舞踊家

子供の巡回ワヤンのお知らせ
プレスリリース

今年2月から8月にかけて、「クリウォンの日曜」前夜に、子供によるワヤン(影絵)の巡回公演がソロ市内各所であります。

WAYANG LINTANG JOHAR
Pentas Keliling Dalang Bocah Malam Minggu Kliwon
Februari – Desember 2008



Cemeti Art Houseの休暇
風邪と多忙のため、長らく更新できませんでした。
まずはインドネシアはジョグジャカルタにある画廊Cemati Art Houseの休暇のお知らせを転載します。

英語・・・
Cemeti Art House is closed (annual vacation) from 17 February till 10 March 2008
We will be open again from 11 March 2008
Coming exhibition : 18 April 2008 "KITA!!: Japanese Artists Meet Indonesia" by Yoshitomo Nara (奈良美智) +Graf (YNG)
project organised by the Japan Foundation

インドネシア語・・・

Rumah Seni Cemeti tutup (libur tahunan) 17 Februari s/d 10 Maret 2008
Buka kembali 11 Maret 2008
Pameran yang akan datang : 18 April 2008 "KITA!!: Japanese Artists Meet Indonesia" oleh Yoshitomo Nara (奈良美智) +Graf (YNG)
pameran ini diorganisir oleh Japan Foundation

------------------------------------------
Rumah Seni Cemeti / Cemeti Art House
Jl. D. I. Panjaitan No. 41 Yogyakarta 55143 Indonesia
Telp/Fax. +62 (0)274 371015
Website: www.cemetiarthouse.com
Buka/Open: Tuesday - Saturday, 09.00 - 18.00
-------------------------------------------