FC2ブログ
 
新聞報道(補遺)inインドネシア on島根…
8月21日「新聞報道 inインドネシア on島根…」のブログ記事で、
「島根・インドネシア 現代に生きる伝統芸能の交流」について
インドネシアの新聞に掲載された分をご紹介しましたが、
まだありましたので、以下に紹介します。

(1) 2008年8月22日(金)Solopos紙12面
Seniman Solo & Jepang bakal berkolaborasi

Mataya Arts & Heritage akan melakukan kunjungan budaya ke Shimane, Jepang dalam program Shimane-Indonesia Exchange of Traditional Arts pada (2-8/9) mendatang.

http://209.85.175.104/search?q=cache:4Kw8A8jl_6gJ:www.solopos.co.id/zindex_menu.asp%3Fkodehalaman%3Dh11%26id%3D77147+michi+tomioka&hl=ja&ct=clnk&cd=12&gl=jp&lr=lang_id
→本文は続きに

(2) 2008年9月4日 Suara Merdeka紙
Lima Seniman Solo ke Jepang
 Pelajari Manajemen Seni

http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=29168
→本文は続きに

(1) 2008年8月22日(金)Solopos紙12面
Seniman Solo & Jepang bakal berkolaborasi


Mataya Arts & Heritage akan melakukan kunjungan budaya ke Shimane, Jepang dalam program Shimane-Indonesia Exchange of Traditional Arts pada (2-8/9) mendatang.


Dalam program tersebut Mataya diundang langsung oleh Pasar Mangetsu Kaigan yaitu salah satu organisasi kultural yang berbasis di Shimane Jepang, dengan sponsor dan koordinator program MichiTomioka.Dalam kesempatan tersebut lima orang partisipan dari Mataya akan mengikuti kunjungan program budaya tersebut. Mereka adalah Heru Prasetya dan Agung PW yang akan meriset manajemen seni Pasar Mangetsu dan sanggar Okazaki Syachu.

Fajar Satriadi dan Bambang Suryono akan melakukan pentas di Kozu-Jinja (tempat ibadah agama Shinto) di Osaka pada (2/9). Selain itu mereka juga akan memberikan workshop tari klasik Jawa dan pentas kolaborasi dengan Sanggar Okazaki Syachu memainkan seni tradisi Kagura. Selain itu, pelukis wayang beber, Dani Iswardana Wibowo juga akan bergabung dan memberikan workshop lukis wayang beber serta pameran lukisan wayang beber.
Dalam jumpa pers yang digelar di Gapura Seni Taman Sriwedari pada Rabu (20/8), koordinator program Shimane-Indonesia Exchange of Traditional Arts, MichiTomioka, mengatakan dalam kesempatan tersebut pemain Kagura Jepang akan berkolaborasi dengan penari Indonesia membawakan kesenian Iwami Kagura dengan lakon Yamata no Orochi (Naga berkepala delapan).

Lebih lanjut ia menerangkan Kagura berasal dari kata Kamukura yang berarti tempat duduk dewa-dewi. Di kemudian hari, kata Tamioka, Kagura berati sajian serta nyanyian yang disajikan di tempat suci.

Seni pertunjukan Kagura banyak dipengaruhi oleh teater NOH, dan banyak cerita mitos yang digarap sebagai lakon dalam seni pertunjukan Kagura.

Sebelumnya Kagura hanya dimainkan oleh pendeta, sebagai sesaji untuk dewa-dewi. Tetapi semenjak era modernisasi Jepang, pendeta dilarang bermain, dan selanjutnya seni pertunjukan tersebut diwariskan kepada masyarakat. - Oleh : m77

(2) 2008年9月4日 Suara Merdeka紙
Lima Seniman Solo ke Jepang
 Pelajari Manajemen Seni


SOLO-Lima seniman Solo yang tergabung dalam Mataya Art and Herritage akan mengikuti program Shimane-Indonesia Exchange of Traditional Arts ke Shimane, Jepang, 2-8 September. Selain mengadakan pergelaran tari, mereka juga mengikuti diskusi dan mempelajari manajemen seni di Pasar Mangetsu Kaigan dan Sanggar Okazaki Syachu. Sanggar itu dianggap cukup bersejarah karena usianya sudah mencapai 300 tahun dan merupakan sanggar terlama di daerah Shimane.

’’Grup itu bergerak dalam dunia teater tari tradisi yang dikenal dengan nama Kagura,’’ kata Michi Tomioka, koordinator sekaligus sponsor keberangkatan para seniman itu ke Jepang, Selasa lalu.

Meski berlima, tidak semuanya mengikuti pentas tari. Heru ’’Mataya’’ Prasetyo dan Agung PW akan mempelajari manajemen seni pada Pasa Mangetsu Kaigan dan Sanggar Okazaki Syachu. Sementara Fajar Satriadi dan Bambang Suryono mementaskan tari, sedang dani Iswardana Wibowo akan memberikan workshop lukis wayang beber sekaligus pameran.

Nama Michi Tomioka memang cukup akrab dengan komunitas seni di Solo. Dia pernah mengenyam pendidikan seni tari dan karawitan di Institut Seni Indonesia(ISI) Solo 2000-2003. Kemudian berguru tari pada beberapa seniman dan penari serta di Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran. Pada 2006-2007 memimpin Proyek Pentas dan Dokumentasi Tari Srimpi dan Bedhaya di Solo dan Jakarta sekaligus sebagai peneliti LIPI.

Tak Alami PerubahanDia mengatakan, kehidupan kesenian tradisional di Solo dan Shimane khususnya dan Jepang pada umumnya tidak jauh berbeda. Hanya saja, kesenian tradisional, apalagi di sejumlah sanggar-sanggar yang sudah tua, kesenian itu tidak mengalami perubahan sama sekali.

’’Kesenian yang berkembang di sana, tetap menunjukkan ketradisionalannya. Mereka tidak mencoba untuk menggarap dalam bentuk komtemporer. Ini barangkali yang beda dengan di Solo. Berangkat dari tari tradisional lahir karya dalam bentuk kontemporer,’’ ujarnya.

Menurutnya, Shiname, sebuah daerah di barat Kota Osaka. Di daerah itu berkembang kesenian yang dikenal dengan Kagura yang berasal dari kata kamukara (tempat duduk dewa/dewi). Iwami Kagura, demikian dipercaya bersejarah 700-1000 tahun. Kesenian itu dalam bentuk drama tradisional yang dipengaruhi oleh teater NOH. Cerita yang terkenal dalam drama itu adalah ’’Yamato No Orachi’’.

”Ceritera itu berkembang dari daerah setempat yang pernah dihuni oleh seekor naga besar pemangsa manusia. Sampai pada suatu saat hendak memangsa seorang putri kerajaan. Namun niatan itu dapat digagalkan seseorang yang berhasil membunuh naga tersebut. Akhirnya orang itu bisa mempersunting putri kerajaan tersebut,’’ jelasnya.(sri, G19-42)