FC2ブログ
 
3. Balasan: Kpd Pak Goenawan Mohamad dari Michi Tomioka

3. Balasan: Kpd Pak Goenawan Mohamad dari Michi Tomioka
oleh Michi Tomioka pada 17 Agustus 2011 jam 16:22
first appeared in Facebook


Pak Goenawan yang terhormat,

terima kasih atas perhatian dan respon segera terhadap kritik saya. Namun, mohon maaf, cerita Bapak agak tergeser dari inti kritik saya.

  Untuk menulis sejarah karya, tidak usah membuat program yang tebal dan mahal. Sejarah itu bisa ditulis secara utuh maupun secara singkat, hanya tergantung ruang yang diberikan. Maka tim produksi harus mampu menimbang informasi apa yang lebih penting daripada yang lain, apa yang relatif tidak penting dan bisa dibuang, dari segi kepentingan sejarah karya itu sendiri.

  Ukuran catalog "Panji Sepuh" (A5, 8 halaman) cukup besar untuk menyinggung sejarah karya secara singkat, asal dibuat secara terfokus dan tertata. Sebagai saya katakan dalam kritik yang pertama, kalau menghapus tulisan si producer dan biodata masing-masing dipendekkan sampai totalnya menjadi 2 halaman, masih tersisa 2 halaman kosong. 2 halaman bisa dimanfaatkan untuk data riwayat pentas, 1 foto lama, dan sejarah singkat karya. Misalnya cerita Bapak dari paragraph ke2 sampai ke5 (itu sudah menyinggung sebagian sejarah) hanya mengisi 1/2 halaman saja(saya sudah hitung.).

Contohnya begini;
hal.1 halaman muka
hal.2-3 pengantar (0.5 halaman) dan tulisan Mas Yudi (1.5 halaman)
* Kalau tidak pakai huruf besar, tulisan Mas Yudi bisa menjadi 1.5 halaman.
hal.4-5 data riwayat pentas, foto lama, sejarah singkat karya
hal.6-7 Biodata para peserta
hal.8 Credit Nama dan foto pentas, atau data pentas disini

Pak Goenawan, saya sama sekali tidak minta membuat katalog pentas yang melengkapi sejarah utuh karyanya. Saya hanya menyarankan supaya memberi tempat untuk menyebut sejarah karya, supaya memberi kehormatan kepada semua yang bersangkutan termasuk Bapak sendiri. Menyebut nama tokoh2 yang berperan besar untuk melahirkan karya, menerangkan data riwayat pentas dan foto lama, dan mengutarakan konsep secara singkat dari mulut sang sutradara asli atau dari kliping koran maupun program lama, ini semua untuk mewujudkan kohormatan terhadap sejarah karya. Penonton juga akan menyadari kepentingannya, kalau diberi contoh oleh seniman senidiri.

  Meskipun sejarah "Panji Sepuh" akan dibuat secara detail dan lengkap, itu tidak tentu mirip sebuah skripsi. Ada banyak metod dan pandangan untuk pendekatan fakta-fakta realitas. Ilmuwan, budayawan, pengarang, aktivis sosial punya cara pendekatan masing-masing. Harapan saya Pak Goenawan akan menyontohkan cara pendekatan yang pantas sebagai seorang budayawan terkemuka.

  Terima kasih.

  Hormat saya
Michi Tomioka