FC2ブログ
 
5. Balasan kpd Bp Endo Suanda dari Michi Tomioka

5. Balasan kpd Bp Endo Suanda dari Michi Tomioka
oleh Michi Tomioka pada 26 Agustus 2011 jam 0:24
firtst appeared in Facebook


Terima kasih banyak atas “urun rembug” Bapak, dan mohon maaf terlambat respon dari saya. Memang kita harus membicarakan tentang definisi dan cara pemakaian istilah sutradara, koreografer, atau penciptaan dsb.. Ttetapi itu lebih baik dibicarakan dalam forum sendiri, karena temanya besar sekali. KITA MEMFOKUSKAN KASUS “PANJI SEPUH” DI SINI.

“Menurut tanggapan saya, sutradara sama dengan koreografer dalam dunia tari. Sutradara atau koreografer yang membentuk konsep karya kemudian mewujudkannya” (bagian (1) dari tulisan saya yang pertama). Itu sudah cukup untuk diskusi disini.

Saya bisa memaklumi kata Bapak; ‘“Penyusunan” program note adalah “pilihan” dari “sebenarnya-yang-kompleks” menjadi rumusan lebih “sederhana.”’

Akan tetapi, ‘Penyederhanaan sering dan tak terelakkan reduksionis… Selalu ada penghilangan “yang sebenarnya’ adalah penguraian yang tidak tepat dalam kasus “Panji Sepuh 2011”. Dalam kasus ini, masalah yang tidak bisa diabaikan adalah nama sutradara asli yang dihilangkan, sekaligus asal usul karya dipalsukan dengan munculnya kolaborator baru. Hal-hal ini adalah bukan hasil redulsionis yang tidak terelakkan, tetapi hasil penyederhanaan yang tidak benar.

Saya tidak setuju dengan pikiran Bapak bahwa ‘apa yang layak dan tidak layak untuk dikatakan dalam suatu program note, tidak ada satu standard baku’. Dalam penciptaan karya, yang paling penting adalah melahirkan unsur baru (konsep, bentuk, cara exspresi karya, dsb.). Walaupun tidak ada satu formulir untuk membuat program, standard baku harus tetap ada, yaitu, menghargai tokoh-tokoh yang melahirkan unsure baru.