FC2ブログ
 
スラマット・リヤディ・アート・フェアのお知らせ
Press release

Slamet Riyadi Arts Fair 2007
2007年6月16日19.00- 9公演


Stage 1 ( Bundaran Gladag)
Parade Lintas Musik
Pergelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk
Dalang:Ki Purbo Asmoro

Stage 2 ( Di Depan SMP Bintang Laut)
Pergelaran Keroncong – 5 Grup keroncong Asli: O.K. Arjuno, O.K.Damai Musik, O.K.Maestro, O.K.Pasiri.Jr, O.K.Tirta Lawu

Stage 3 ( Di Depan Kampus ASDI)
Pergelaran Ketoprak Balekambang

Stage 4 ( Di Depan BTN) – OPENING Slamet Riyadi Art Fair
Pergelaran Seni Kampoeng
Perwakilan 5 Kecamatan : Laweyan, Banjarsari,Jebres,Serengan,Pasar Kliwon

Stage 5. ( Di Depan Taman Sriwedari)
Pergelaran Wayang Orang Sriwedari

Stage 6 ( Di Depan Hotel Cakra)
Pergelaran Karya Unggulan 9 Sanggar Tari Anak-anak: Sanggar Sarotama, Sanggar Metta Budaya,Sanggar SoeryoSoemirat, Sanggar Arlang, Semarak Candra Kirana, Sanggar Padmosusastro, Sanggar Sarwi Retno Budaya, Sanggar Tirto Sumirat

Stage 7 ( Di Depan Stadion Sriwedari)
(Rock,Jazz,Etnik,Pop & Regee)
Down For Life, Mid Season,Etno Ensamble, UTARA Band, Samalona
&Nashid Zukhruf

LAYAR TANCAP – Depan Toko Sampoerna
Pemutaran Film Indie karya Sineas-sineas Solo &Pameran FOTOGRAFI

Opening : Musik Perkusi TEMPERENTE
Pergelaran Musik di KERETA API Sepanjang Jalan Slamet Riyadi
Karnaval ORKES KENTONGAN Jateng (dari Perempatan Gendengan – Bundaran Gladag)

Contact Person---------------
Heru Mataya 0816675 808
St. Wiyono 0812 1514 186
Dr.Dharsono 0812 2656 566
-----------------------------

Dalam sejarahnya, pada abad ke-19 tepat berhadapan dengan benteng Vastenberg, menjadi pusat pemukiman Belanda yang dinamakan Kampung Baru. Di pusat pemukiman Belanda terdapat jalan ke arah barat menuju Kartasura dan ke Semarang. Jalan yang dinamakan Wihelminaan (sekarang Slamet Riyadi) inilah yang membagi kota Surakarta menjadi dua – sebelah utara menjadi komplek Belanda dan selatan menjadi komplek keraton. Jalan inilah yang seolah-olah menjadi 'pembelah' kota Surakarta.

Dengan dibukanya jalan menuju Semarang, terjadi pertumbuhan ekonomi dan kultural pada masyarakat Solo. Sejak itu keberagaman etnis, tradisi dan kesenian tumbuh di masyarakat wilayah utara dan selatan kota. Poros jalan Slamet Riyadi inilah menjadi inspirasi mempertemukan potensi ekonomi kerakyatan dan kreativitas keseniannya dalam bingkai Slamet Riyadi Fair 2007.

Di sepanjang kawasan jalan ini akan diadakan seni pertunjukan – teater tradisi, musik, tari, dan layar tancap. Jalanan menjadi peristiwa kultural yang mempertemukan seni tradisi dan modern, juga dengan penonton dari segala lapisan masyarakat. Dengan demikian, kawasan Slamet Riyadi diharapkan menjadi poros kultural Kota Solo yang kreatif mulai kini dan di masa depan.

Slamet Riyadi Arts Fair (SRAF) 2007 bertujuan untuk mempertemukan kreativitas kultural berbagai komunitas dan kampung-kampung Kota Solo serta menciptakan kawasan Slamet Riyadi menjadi poros kultural Kota Solo yang kreatif, indah dan damai. Program ini berlokasi di sepanjang kawasan Jl. Slamet Riyadi - di 9 titik lokasi (bundaran Gladag - depan Stadion Sriwedari); tanggal 16 Juni 2007; pk. 19.00 –selesai. SRAF 2007 diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata,Seni & Budaya Pemerintah Kota Surakarta.