FC2ブログ
 
音楽イベントFestival Musik Etnik Urban Sensasi
Press release:

Festival Musik Etnik Urban Sensasi
11 – 30 Agustus 2007


JADWAL PENTAS

11 Agustus 2007
Gamelan Bali (Prov. Bali)
19.00 – 21.00 wib
Venue: Depan Taman Sriwedari

12 Agustus 2007
Calung Banyumas (Kab. Banyumas) & Sipakatau (Solo)
09.30 – 12.00 wib
Venue: Beteng Trade Centre

13 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
10.00 – 12.00 wib
Venue: SD. Muhammadiyah 1

15 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
10.00 – 12.00 wib
Venue: SD Pangudi Luhur

16 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
10.00 – 12.00 wib
Venue: SMPN 1

17 Agustus 2007
Degung Sunda (Prov. Jabar) & Perkusi Marching Band UNS
19.00 – 21.00 wib
Venue: Solo Square

18 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
07.00 – 08.00 wib di Monumen '45
10.00 – 12.00 wib di SD Marsudi Rini
Mentir Gamelan (Kab. Sragen)
07.00 – 08.00 wib di Pasar Kembang

19 Agustus 2007
Gambang Semarang (Semarang) & Tempererente Perkusi (Solo)
19.00 – 21.00 wib
Venue: Pasar Kembang

20 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
07.00 – 08.00 wib
Venue: SD Kristen
Perkusi Padangpanjang (Sumbar) & Etno ensemble (Solo)
19.00 – 21.00 wib
Venue: Solo Grand Mall

21 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
07.00 – 08.00 wib
Venue: SD 15

22 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
07.00 – 08.00 wib
Venue: SMP Al Firdaus

25 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
10.00 – 12.00 wib
Venue: SMP Bintang Laut
Thek Thek (Purbalingga)
19.00 – 21.00 wib
Venue: Pasar Gedhe

26 Agustus 2007
Musik Bambu (Solo) & Lesung Kotekan Dewi Sri (Karanganyar)
10.00 – 13.00 wib
Venue: Beteng Trade Centre

27 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
10.00 – 12.00 wib
Venue: SD Muhammadiyah PK

28 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
08.00 – 10.00 wib
Venue: SD 16

29 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
10.00 – 12.00 wib
Venue: SMAK St. Joseph

30 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
10.00 – 12.00 wib
Venue: SMA 7

Kurator Program: I Wayan Sadra

Kontak Info:
I Wayan Sadra: 0813-2947-9711
Heru Prasetya: 081-6675-808


●Latar belakang
Persoalan paling mendesak dan krusial yang dihadapi masyarakat dan komunitas etnis saat ini adalah terjadinya perpindahan penduduk dari satu lokasi ke lokus tertentu ke tempat-tempat keramaian, seperti kota misalnya. Perpindahan itu tak hanya bersifat fisikal-material, namun juga membawa serta aspek-aspek budaya yang bersifat 'intangible' –kasat mata, seperti seni, filsafat, kepercayaan, dan sebagainya.

Kota Solo yang juga sama dengan kota-kota besar lainnya di Indonesiajuga tidak dapat menghindar dari adanya urbanisasi yang akan dan terus berlangsung.berbagai macam etnis yang ada di Indonesia yang juga membawa perbagai seni/musik telah berbaur dengan masyarakat Solo yang mayoritas etnis Jawa. Sebagain dari mereka sedang memulai, sebagian lagi sedang berproses untuk menjadi bagian kesatuan masyarakat kota.

Di sini pembentukan 'citra' sebuah masyarakat urban yang pluralis
sedang berproses secara intens. Musik etnik dengan tradisi atau etnis lainnya pada satu sisi saling mempengaruhi, di disisi lain pola-pola industri yang mencerminkan pola kebudayaan kota tidak dapat dihindari termasuk pengaruh pada pola musik industri. Dari sini masing-masing etnis berusaha beradaptasi terhadap masyarakat di luarnya dengan tanpa meninggalkan 'kearifan lokal' atau aslinya.

Oleh karena itu, Festival Musik Etnik Urban Sensasi mendesak untuk dilaksanakan di Kota Solo ini agar setiap masyarakat etnis yang
merupakan bagian dari kota ini mendapat kesempatan untuk masing-masing belajar dari kelebihan dan kekurangan etnis utamanya dalam bidang seni musiknya.

●Tujuan:
1.
Menumbuhkan budaya aktif kreatif di lingkungan masyarakat dengan menggali potensi yang ada di lingkungannya.
2.
Menumbuhkan rasa memiliki berbagai jenis seni yang ada di lingkungannya sehingga masyarakat lokal menjadi loyal terhadap berbagai jenis seni yang tumbuh di wilayahnya.
3.
Membiasakan masyarakat menikmati berbagai jenis musik lokal.

●Sasaran:
1.
Siswa sekolah sebagai upaya pengenalan jenis seni yang dapat tumbuh dan ditumbuhkan di lingkungan masing-masing.
2.
Masyarakat umum untuk mengajak ikut menghidupi berbagai jenis seni yang berbasis etnik di Kota Surakarta.
3.
Media, sebagai ajakan untuk lebih mengenalkan berbagai produk seni lokal yang layak dinikmati dan diketengahkan.

●Tempat:
Ruang publik yang dipilih: Solo Grand Mall, Pasar Gedhe, Pasar
Kembang, Pasar Nusukan, Beteng Trade Centre, Solo Square.

●Deskripsi Penampil:

GAMELAN BALI
a.
Gong Kebyar: suatu jenis musik yang paling populer yang tumbuh dan berkembang sejak 1915 di Bali Utara. Hingga kini ensemble ini telah menyebar ke seluruh Bali dan luar Bali.
b.
Gender Wayang: suatu ensamble yang terdiri dari empat pemain.
Adapun pelarasannya adalah sledro. Perangkatnya di samping menampilkan bentuk konser mandiri juga untuk mengiringi pertunjukan wayang dan upacara-upacara ritual.
c.
Semar Pegulingan: suatu bentuk gamelan klasik yang biasa menyajikan gending-gending berlaras 'saih lima' dan juga untuk mengiringi penyajian tari Legong Kraton.

CALUNG BANYUMAS
Musik ensamble bambu ini hidup di wilayah kultur Banyumas, Jawa
Tengah, yang agraris. Di samping menyajikan gending secara mandiri, calung juga untuk mengiringi tari Lengger yang sangat dikenal sebagai ungkapan komunal wong Banyumas.

KELOMPOK PADANGPANJANG
Grup ini akan membawakan karya tradisi musik Mingkabau (Sumbar) yang mengutamakan instrumen alat tiup, perkusi (kendhang dan bedhug) juga vokal.

SIPAKATAU
Suatu kelompok ensamble musik yang dimotori oleh anak-anak mahasiswa ISI Solo yang berlatarbelakang budaya Sulawesi Selatan.

DEGUNG SUNDA
Satu jenis ensemble pada wilayah budaya Sunda (Jawa Barat). Ensemble ini lebihdikenal dalam penyajian gendhing-gendhing 'kliningan'

MUSIK PERKUSI UNS
Ensemble ini terdiri dari alat musik yang dibuat dari kayu dan
triplek. Ensemble ini pada mulanya merupakan bagian dari UNS Marching Band.

MENTIR
Trade mark sindenan gaya Sragen tidak mungkin dapat dilepaskan dari kiprah sinden yang satu ini. Penampilannya yang enerjik dengan suara 'berat'nya mampu menghipnotis para penontonnya. Karawitan Sragen sendiri mempunyai ciri yang khas, rancak dan banyak senggaan, hingga menjadikan meriah.

GAMBANG SEMARANG
Alat musik pokok jenis musik ini adalah semacam bonang kenong
kecil-kecil yang mewarai baik iramadan warna musik Gambang Semarang.
Beberapa alat musik pendukung yang lainnya antatra lain Kendang,
balungan, biola, dan suling. Lagu-lagu yang sering dibawakan kelompok ini adalah adalah lagu-lagu khas Semarangan atau gaya Lenong Betawi, namun padaperkembangannya mereka juga mencoba membawakan lagu-lagu pop yang mungkin diiringi oleh jenis musik ini, karena tidak semua lagu pop dapat diiringi oleh jenis musik ini. Di Kotanya Semarang, kelompok ini berkembang tapi tidak terlalu fenomenal karena mungkin rumitnya.

TEMPERENTE
Kelompok perkusi yang mempergunakan jimbe sebagai instrumen utamanya.
Disamping itu juga didukung oleh instrumen yanglain seperti kedang Jawa dan Terbangan.

ETNO ENSEMBLE
Kelompok musik perkusi ini telah sering mengisi berbagai event, bahkan pernah mengikuti kirab Bedug. Kelompok yang bernaung dibawah UKM Jurusan Karawitan ini rata-rata personilnya mahasiswaJurusan Etnomusikologi. Medium-medium garapnya diangkat dari vocabuler
musik-musik etnik di Indonesia.

THEK-THEK BANYUMAS
Kelompok inihampir menyerupai group drum band karena saking banyaknya personil. Minimal anggota kelompok ini adalah 45 orang. Ensemble utama kelompok ini adalah angklung dari bambu, ditambah beberapa alat yang menyerupai 'jidor' atau kendang besar yang dapat ditenteng. Alat musik ini diperagakansambil jalan, dengan membentuk formasi mirip marching band dengan beberapa penari latar. Disamping didominasi alatmusik kelompok thek-thek juga membawakan lagu-lagu yang populer di masyarakat.

LESUNG
Lesung pada mulanyadipergunakan sebagai alatpenumbuk padi di
desa-desa. Bunyi-bunyian yang muncul akibat aktifitas menumbuk padi tersebut mencoba dipadukan dengan nyanyian-nyanyian. Pada awalnya tetabuhan lesung ini dipergunakan sebagai iringan pagelaran kethoprak.
Pada periode berikutnya ketika gamelan menjadi alat iringan kethoprak, lesung terpinggirkan. Saat ini ada beberapa kelompok yang mencoba mengangkat kembali klothekan lesung ini.

TRèTHèK
Satu jenis musik urban yang pada mulanya dimanfaatkan atau difungsikan untuk ronda-ronda malam dilorong-lorong kampung dikotaSolo atau kota-kota besar di Jawa Tengah. Jenis musik ini didominasi oleh alat musik yang terbuat dari bambu (slitedrum).