javanesedance 冨岡三智

ジャワ舞踊&研究、日本・インドネシア芸術国際交流の記録
パサール・グデの78周年イベントのお知らせ
ソロのパサール・グデ(大市場)はクラトン(王宮)の北側、市役所やBNI銀行の東側にあります。1930年1月12日、パク・ブウォノX世の時代にオープンし、今年で78年目を迎えるそうです。それを記念して(中途半端な年数…)以下のようなイベントが行われます。

しかし、今までもプレス・リリースをここに転載して思っていたのですが、重要なイベント情報だけ先にトップに掲載してから趣旨を書けばいいのに…と思います。初期の頃は、そういう風に文章の順序をアレンジして掲載していたのですが、でもそのうちに面倒くさくなり、今は文章の順序はそのままで、文字の一部に色をつけたり、太くしたりしています。

ちなみにパサール・グデは2000年4月28日深夜に(母の誕生日だったんで日にちは覚えてます)電気のショートで焼け落ち、その後また同じデザインで再建されました。ちょうどその頃は市役所のプンドポも焼け落ちていて(暴動とはまた違う騒ぎで、1999年に焼かれました)、2000年2月に再留学してきてまた市役所の裏に住んでいた私は、あまりのソロの町の変わりようにショックを受けたことを思い出します。

Press release:

78 TAHUN PASAR GEDE
12 januari 2008
be a long-live heritage
be traditional
be transborder


Pasar Gede muncul dari embrio pasar candi yang berkarater Candi Padurasa. Kegiatan religiositas lebih dominan daripada kegiatan ekonomi. Karena keberadaan di situs Pecinan Solo, maka terjadi proses berubah menjadi pasar ekonomi. Dengan demikian pasar candi menunjukkan era semangat Hinduism zaman Kerajaan Majapahit melalui transportasi sungai Bengawan Solo, pengaruhnya sampai di komunitas pedagang kampung pecinan pinggir Kali Pepe. Proses transformasi religiositas Pasar Candi berubah menjadi pasar ekonomi yang disebut 'Pasar Gede Oprokan' yang menggambarkan bertaburan payung-payung peneduh untuk kegiatan pasar.

Pasar yang disimbolisasikan oleh Paku Buwono X (1893-1939) sebagai simbol duniawi karena di sebelah timur sumbu poros sakral Kraton – tugu pemandengan dalem. Pasar Gede manjadi cukup berarti keberadaannya menjadi ciri keseimbangan pasar dan Mesjid Agung sebelah barat alun-alun. Dalam foto Pasar Gede ke-3, jejak rel kereta api trem sudah membentang di depan Pasar Gede. Itu berarti sosok Pasar Gede sudah berada di dalam lahirnya budaya perkotaan.

Pasar ini adalah cagar budaya Pasar Gede. Dalam lintasan sejarah toponim kota Solo, keberadaan Pasar Gede, tercatat telah meninggalkan jejak sejarah fungsi bangunan pasar kedalam tiga kurun zaman. Pertama, Pasar Gede dikenal sebagai pasar 'candi' (sakral), kedua sebagai simbol kosmologi projo-kejawen kraton yang dikenal sebagai konsep 'sar-gedhe' dan simbol lahirnya budaya kota. Pasar ini dibangun pada 12 Januari 1930 semasa pemerintahan Pakoe Buwono X (1893-1939) oleh Ir. Herman Thomas Karsten (1884-1945).

Karsten, salah satu arsitek yang mendukung integritas antara unsur-unsur lokal dengan barat. Sadar atau tidak, karyanya diakui memiliki makna yang dalam bila ditilik dari sudut humanisme, dapat diterima (acceptable) oleh masyarakat pada saat dulu bahkan saat ini, dan memiliki unsur kesejarahan (historically) bagi bangsa maupun bagi dunia arsitektur di Indonesia. Karya-karyanya bertebaran di seluruh penjuru Indonesia, baik dalam bentuk bangunan maupun desain tata kota.

Menyongsong HUT Pasar Gede ke-78 pada Sabtu12 Januari 2008, pk. 19.00 wib akan digelar pentas tari oleh grup SAHITA dan musik oleh TEMPERENTE PERCUSSION dan LAWCOUSTIC MUSIC 'N FORESTA HOLIC bertempat di halaman pintu depan Pasar Gede. Sekaligus launching website Pasar Gede: www.pasargede.net. Juga akan digelar 78 Tumpeng Jajan Pasar:

(1)kue koe, (2)wajik merah (3)sentiling (4)lapis (5)cantik manis (6)wajik (7)kelpon kue koe (8)semar mendem (9)ketan tholo atau turuk bintul (10)carang gesing (11)onde-onde gandum (12)timus (13)srabi (14)arem-arem (15)srabi juruh (16)cetot (17)cabuk rambak (18)apem jawa (19)lopis (20)gendar (21)ketan juruh (22)ketan ragi (23)ketan bubuk (24)ketan salak (25)wajik jawa (26)getuk pisang (27)jenang kolang-kaling (28)gandos bakar (29)jenang grendol (30)jenang pati (31)jenang sagu (32)jenang mutiara (33)jenang sumsum (34)jenang ketan hitam (35)blanggreng (36)gatot goreng (37)tape goreng (38)klenyem (39)lemper (40)mata roda (41)meniran (42)cucur (43)coro bikan (44)sagan (45)gedang godhog (46)gedang goreng (47)getuk kasar (48)tiwul halus (49)tiwul kasar (50)sawut (51)cenil + klepon (52)ketan hitam (53)getuk tiwul (54)gathot ireng (55)grontol (56)krasikan (57)jenang ayu (58)madu menoso (59)wingko babad (60)jenang jagung (61)pes pohong (62)naga sari (63)jadah blondo (64)getuk lindri (65)lepet jagung (66)oyol-oyo (67)onde-onde kumbu (68)mendut (69)gandos rangin (70)lemper bakar (71)getuk goreng (72)putu mayang (73)ledre intip (74)ande-ande lumut (75)kumplang (76)limpung (77)bubur kacang ijo (78)bubur ketan hitam

Pada 13 januari 2008, pk. 09.00 wib, digelar pengobatan gratis untuk masyarakat umum. Program ini merupakan kerjasama dari KOMPPAG (Komunitas Pedagang Pasar Gede), Mataya arts&heritage, PAPASUTA (Paguyuban Pasar Tradisi Surakarta).

contact person:
wiharto 08122 628 268
heru mataya 0816 675 808
email: infomataya@yahoo.com

イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink
ボンロジョ(スリウェダリのこと)・フェスティバル
PRESS RELEASE:
BONROJO FESTIVAL
Taman Sriwedari, 11 – 13 Januari 2007


Bonraja Festival dipandang penting, karena menggugah kembalinya rasa handarbeni yang berlandaskan jiwa budaya terhadap Taman Sriwedari dengan sebuah aksi kreativitas warga masyarakat Solo dengan sikap menghargai masa lalu dengan berpikir masa depan, sebuah pijakan konsep Taman Sriwedari sebagai Ruang PUSAKA, PUSTAKA & PUJANGGA. Tema di atas menjadi pijakan untuk melestarikan kebudayaan, sekaligus peduli pada lokasi peninggalan bersejarah ini, yang kondisinya saat ini sangat memprihatinkan, dimana Taman Sriwedari sekarang sudah kehilangan fungsinya sebagai rumah maupun tempat bermain untuk masyarakat Solo yang nyaman. Festival ini dirancang sebagai inspirasi bagi masyarakat Solo untuk kembali memikirkan dan bertindak secara nyata terhadap kekayaan Solo yang tak ternilai yaitu Taman Sriwedari dan untuk Menyongsong 106 Tahun Taman Sriwedari serta untuk memulai
sebuah gerakan kebudayaan mengembalikan Taman Sriwedari sebagai salah satu pusat seni dan budaya masyarakat Solo dan untuk memulai sebuah gerakan kebudayaan mengembalikan Taman Sriwedari sebagai salah satu pusat seni dan budaya masyarakat Solo.

SEJARAH SINGKAT TAMAN SRIWEDARI

Taman ini dulu diidealkan menjadi tempat bercengkerama kawula dalem, sambil menikmati pemandangan yang tertata rapi dan sejuk, sehingga melahirkan ketenteraman lahir dan batin. Juga, demi menambah daya tarik wisatawan di luar praja dalem Surakarta. Dari sejarahnya, pembuatan taman ini diserahkan kepada Pepatih dalem KRAA Sosrodiningrat IV atau lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Hendro.Taman ini selesai dibangun Tahun Jawa 1831 dengan candrasangkala "Janma Guna Ngesti Gusti" atau tepatnya tanggal 1 Januari 1902 Masehi. Kemudian, Pakoe Boewono X menyebut Taman Sriwedari yang diilhami Nagari Mahespati seperti dalam cerita pewayangan. Jalan kecil berkelok-kelok, di sebelah kiri-kanan ditanami pohon cemara, diselingi pohon mangga, Trembesi dan Kenari yang tertata rapi. Di tengah-tengah taman dibangun tempat beristirahat yang diberi nama Wimbayasa. Sebelah selatan dibangun kandang hewan yang disebut Kebon Binatang dan lebih dikenal dengan sebutan Bonraja. Namun, beberapa tahun kemudian keberadaan Kebon Binatang dipindahkan ke Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).

Awalnya, pengelolaan taman ini diserahkan kepada GPH Purbonagoro dan GPH Suryohamijoyo. Lalu, diserahkan wewenangnya kepada kepatihan dan dipercayakan kepada BPH Panular dan KRMHT Purwodiningrat, dibantu abdi dalem asing, seperti Rademaker, Zijlmans, See, dan Jimmy Hempden. Yang terakhir ini seorang Negro berkebangsaan Afrika.

Jadwal Acara Bonraja Festival 2007
'Pusaka – Pustaka – Pujangga'


10 Desember 2007
pk. 19.00 – selesai di Joglo Sriwedari
UMBUL DONGA SRIWEDARI
Bersama: Soeprapto Suryodarmo, Fajar Satriadi dkk.


11 Desember 2007

pk. 16.00 wib – 17.00 wib, di depan Gapura Taman Sriwedari -Konser Karawitan SD Sawahan I Pasar Kliwon
pk. 16.00 wib – 17.00 ,Di Joglo Taman Sriwedari –Pentas Sanggar Tari Anak-anak
1. Metta Budaya
2. Padmosusastro
pk. 19.00 - 19.30 wib – Musik Perkusi: Temperente
pk. 19.30 - 20.15 wib – Pergelaran Wayang Bocah Sanggar Sarotama
pk. 20.15 - 20.30 wib – Pembukaan Bonrojo Festival
pk. 20.30 - 21.30 wib – Pergelaran tari ' Bon Raja' oleh Sahita

12 Desember 2007
pk. 16.00 - 17.00 wib, di depan Gapura Taman Sriwedari
Pentas Kesenian Rakyat
pk. 16.00 -17.00, di Joglo Taman Sriwedari
Pentas Sanggar Tari Anak –anak
- Arlang Budaya
- Sarwi Retno Budaya
pk. 19.00 - 19.30 wib – Keroncong Lintas Etnik
pk. 19.30 - 20.00 wib – Pentas Tari 'Kumari' – Koreografer : Eno.S
pk. 20.00 - 20.30 wib – Pentas Tari 'Peth0i' – Koreografer : Boby Ari Setyawan
pk. 20.30 - 21.30 wib, di Segaran Taman Sriwedari
Pentas Tari 'Mantra Air – Koreografer : Fajar Satriadi

13 Desember 2007
pk. 16.00 - 17.00 wib, di Joglo Taman Sriwedari
Pentas Sanggar Tari Anak-anak
1. Semarak Candrakirana
2. Soeryo Soemirat
pk. 19.30 - 20. 00 wib, di depan Gedung WO Sriwedari
Pentas Tari : Ibu Darsi Pudyorini & Rusini
pk. 19.00 - 19. 30 wib, Di Joglo Taman Sriwedari
Pentas DR Ensemble
pk. 20.00 - 20.30 wib, di Joglo Taman Sriwedari
Pentas Tari 'One Circle' – Koreografer Danang Pamungkas
pk. 20.30 - 22.00 wib – Kethoprak Pendapan , Lakon : Rampok

contact person:
0815 485 11018 (Soeprapto Suryodarmo)
イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink
ブンガワン・ソロ・フェスティバルのお知らせ
PRESS RELEASE:
BENGAWAN SOLO FESTIVAL 2007
segaran sriwedari, 14 -16 Desember 2007



Aktualisasi warisan budaya intangible dapat menjadi langkah nyata dari usaha sebuah kelompok masyarakat membangun kembali warisan budaya leluhurnya serta menatap masa depan dengan penuh keyakinan tentang kekuatan diri di tengah peradaban yang kian mengglobal. Warisan budaya itangible (Intangible Heritage culture), merupakan kesenian warisan yang menjadi unggulan daerah dan kemudian menjadi ikon daerahnya, maka perlu dilindungi dan dilestarikan keberadaannya, sebagai bentuk ketahanan budaya nasional. Dengan demikian aktualisasi warisan budaya intangible bermakna sebagai usaha membangun citra diri sebagai sebuah bangsa yang berkarakter dan beridentitas.. Aktualisasi warisan budaya intangible tersebut tidak ada gunanya tanpa rekayasa cultural; aktivitas seni budaya di dalamnya serta aktivitas penunjang berupa informasi media; mass media, jurnal, rekayasa jalur wisata dan bentuk-bentuk kegiatan seperti festival seni dan sejenisnya.

Bengawan Solo Festival tahun 2007 dikonsentrasikan dengan mengambil ikon "Aktualisasi Warisan Budaya Intangible". Festival ini akan mengingatkan kembali warisan budaya seperti budaya/kesenian klasik yang intangible yang selama ini kurang dipahami oleh masyarakat.

Tugas kita adalah
(1) Bagaimana menangkap potensi budaya sebagai bagian yang integral antara seni dan masyarakatnya.
(2) Bagaimana mewadahi potensi tersebut sebagai satu daya untuk mendorong aktivitas budaya, yang pada gilirannya akan mampu memberikan citra budaya
terhadap masyarakat.
(3) Bagaimana aktifitas budaya tersebut mampu menjadi modal untuk membangun "brand image" terhadap publik, dan selanjutnya akan tercipta sebuah citra publik yang mampu menjawab eksistensi Kota Surakarta sebagai kota budaya dan pariwisata budaya.

Apabila ketiga pertanyaan tersebut mampu terjawab, maka Kota Surakarta sebagai kota budaya dan pariwisata budaya akan menjadi model dan cermin pelestarian sebagai bentuk ketahanan budaya nasional. Secara garis besar tujuan dari festival tersebut adalah sebagai berikut;
1. Untuk mengaktualisasikan potensi budaya intangible sebagai bagian yang integral antara seni dan masyarakatnya.
2. Untuk mewadahi potensi budaya intangible sebagai satu daya untuk mendorong aktivitas budaya, yang pada gilirannya akan mampu memberikan citra budaya terhadap masyarakat.
3. Mengaktualisasikan aktifitas budaya tersebut dan mampu menjadi modal dasar untuk membangun "brand image" terhadap publik, dan selanjutnya akan tercipta sebuah citra publik yang mampu menjawab eksistensi warisan budaya intangible.

Ketua Pelaksana,
Dr. Dharsono, M.Sn.
*****

Susunan Acara BENGAWAN SOLO FESTIVAL 2007
'Lebih akrab dengan Tradisi'


Tanggal 14 Desember 2007

Opening ; pk. 15.00 – 16.30 wib, Parade SENI RAKYAT dari :
Kesenian Rakyat Sragen, Karanganyar,Sukoharjo, Madiun, Wonogiri, Solo dll
Venue: city walk kawasan Sriwedari

pk. 16.30 – 18.00
Pertunjukan khusus :
Ondo Langit, Komunitas Dusun Gejayan, Pikis Banyusidi Magelang
Penata Laku: Waskito Bakso
Venue : Halaman Sriwedari

pk. 19.30 wib - 20.30 wib, di Segaran Taman Sriwedari
Bedhaya Bengawan – Studio Taksu Solo

pk. 20.30 - 21.30 wib
Likok Aneuk Nanggroe- Komunitas Aneuk Nanggroe Aceh

pk. 21.30 - 22.30 Wib
Ketoprak Gabungan Seniman Yogyakarta, Lakon ; Ki.Ageng Mangir


Tanggal 15 Desember 2007

pk. 15.00-17.00 wib, di depan Taman Sriwedari
Pentas Karawitan Anak-anak

pk. 19.00-20.00 wib, di Segaran Sriwedari
Gamelan Bali

pk. 20.00-21.00 wib
Tari Piriang Dabuin Kaco- Minang Maimbao

pk.21.00-22.00 wib
Tari Denok Deblong, Jaranan Warak,Warak Dugder Semarang

pk. 22.00-23.30 wib
Ludruk Karya Budaya Mojokerto, Lakon "Joko Sambang"

Tanggal 16 Desember 2007

pk. 16.00-17.00 wib, depan Gapura Sriwedari
Pentas Kesenian Rakyat Dolalak – Purworejo

pk.20.30-21.00 wib, di Segaran Sriwedari
Tari Topeng Klana Panji Cirebon –Wangi Indriya

pk.21.00-21.30 wib
Musik Lahere – Makassar

pk.21.30-22.30 wib
Krontjong Toegoe Jakarta

Pameran Seni Rupa - Intangible Heritage
KERIS, GAMELAN, BATIK & WAYANG
14-16 desember 2007. pk 10.00-22.00 Wib,
venue: eks Gd. Bioskop Solo Theatre

contact person;
0816675808 (heru prasetya)

support us:
international congress
word heritage cities
euro-asia region
solo, july, 25-30 2008
イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink
音楽イベントFestival Musik Etnik Urban Sensasi
Press release:

Festival Musik Etnik Urban Sensasi
11 – 30 Agustus 2007


JADWAL PENTAS

11 Agustus 2007
Gamelan Bali (Prov. Bali)
19.00 – 21.00 wib
Venue: Depan Taman Sriwedari

12 Agustus 2007
Calung Banyumas (Kab. Banyumas) & Sipakatau (Solo)
09.30 – 12.00 wib
Venue: Beteng Trade Centre

13 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
10.00 – 12.00 wib
Venue: SD. Muhammadiyah 1

15 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
10.00 – 12.00 wib
Venue: SD Pangudi Luhur

16 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
10.00 – 12.00 wib
Venue: SMPN 1

17 Agustus 2007
Degung Sunda (Prov. Jabar) & Perkusi Marching Band UNS
19.00 – 21.00 wib
Venue: Solo Square

18 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
07.00 – 08.00 wib di Monumen '45
10.00 – 12.00 wib di SD Marsudi Rini
Mentir Gamelan (Kab. Sragen)
07.00 – 08.00 wib di Pasar Kembang

19 Agustus 2007
Gambang Semarang (Semarang) & Tempererente Perkusi (Solo)
19.00 – 21.00 wib
Venue: Pasar Kembang

20 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
07.00 – 08.00 wib
Venue: SD Kristen
Perkusi Padangpanjang (Sumbar) & Etno ensemble (Solo)
19.00 – 21.00 wib
Venue: Solo Grand Mall

21 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
07.00 – 08.00 wib
Venue: SD 15

22 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
07.00 – 08.00 wib
Venue: SMP Al Firdaus

25 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
10.00 – 12.00 wib
Venue: SMP Bintang Laut
Thek Thek (Purbalingga)
19.00 – 21.00 wib
Venue: Pasar Gedhe

26 Agustus 2007
Musik Bambu (Solo) & Lesung Kotekan Dewi Sri (Karanganyar)
10.00 – 13.00 wib
Venue: Beteng Trade Centre

27 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
10.00 – 12.00 wib
Venue: SD Muhammadiyah PK

28 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
08.00 – 10.00 wib
Venue: SD 16

29 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
10.00 – 12.00 wib
Venue: SMAK St. Joseph

30 Agustus 2007
Dr. Ensemble Community (Solo)
10.00 – 12.00 wib
Venue: SMA 7

Kurator Program: I Wayan Sadra

Kontak Info:
I Wayan Sadra: 0813-2947-9711
Heru Prasetya: 081-6675-808


●Latar belakang
Persoalan paling mendesak dan krusial yang dihadapi masyarakat dan komunitas etnis saat ini adalah terjadinya perpindahan penduduk dari satu lokasi ke lokus tertentu ke tempat-tempat keramaian, seperti kota misalnya. Perpindahan itu tak hanya bersifat fisikal-material, namun juga membawa serta aspek-aspek budaya yang bersifat 'intangible' –kasat mata, seperti seni, filsafat, kepercayaan, dan sebagainya.

Kota Solo yang juga sama dengan kota-kota besar lainnya di Indonesiajuga tidak dapat menghindar dari adanya urbanisasi yang akan dan terus berlangsung.berbagai macam etnis yang ada di Indonesia yang juga membawa perbagai seni/musik telah berbaur dengan masyarakat Solo yang mayoritas etnis Jawa. Sebagain dari mereka sedang memulai, sebagian lagi sedang berproses untuk menjadi bagian kesatuan masyarakat kota.

Di sini pembentukan 'citra' sebuah masyarakat urban yang pluralis
sedang berproses secara intens. Musik etnik dengan tradisi atau etnis lainnya pada satu sisi saling mempengaruhi, di disisi lain pola-pola industri yang mencerminkan pola kebudayaan kota tidak dapat dihindari termasuk pengaruh pada pola musik industri. Dari sini masing-masing etnis berusaha beradaptasi terhadap masyarakat di luarnya dengan tanpa meninggalkan 'kearifan lokal' atau aslinya.

Oleh karena itu, Festival Musik Etnik Urban Sensasi mendesak untuk dilaksanakan di Kota Solo ini agar setiap masyarakat etnis yang
merupakan bagian dari kota ini mendapat kesempatan untuk masing-masing belajar dari kelebihan dan kekurangan etnis utamanya dalam bidang seni musiknya.

●Tujuan:
1.
Menumbuhkan budaya aktif kreatif di lingkungan masyarakat dengan menggali potensi yang ada di lingkungannya.
2.
Menumbuhkan rasa memiliki berbagai jenis seni yang ada di lingkungannya sehingga masyarakat lokal menjadi loyal terhadap berbagai jenis seni yang tumbuh di wilayahnya.
3.
Membiasakan masyarakat menikmati berbagai jenis musik lokal.

●Sasaran:
1.
Siswa sekolah sebagai upaya pengenalan jenis seni yang dapat tumbuh dan ditumbuhkan di lingkungan masing-masing.
2.
Masyarakat umum untuk mengajak ikut menghidupi berbagai jenis seni yang berbasis etnik di Kota Surakarta.
3.
Media, sebagai ajakan untuk lebih mengenalkan berbagai produk seni lokal yang layak dinikmati dan diketengahkan.

●Tempat:
Ruang publik yang dipilih: Solo Grand Mall, Pasar Gedhe, Pasar
Kembang, Pasar Nusukan, Beteng Trade Centre, Solo Square.

●Deskripsi Penampil:

GAMELAN BALI
a.
Gong Kebyar: suatu jenis musik yang paling populer yang tumbuh dan berkembang sejak 1915 di Bali Utara. Hingga kini ensemble ini telah menyebar ke seluruh Bali dan luar Bali.
b.
Gender Wayang: suatu ensamble yang terdiri dari empat pemain.
Adapun pelarasannya adalah sledro. Perangkatnya di samping menampilkan bentuk konser mandiri juga untuk mengiringi pertunjukan wayang dan upacara-upacara ritual.
c.
Semar Pegulingan: suatu bentuk gamelan klasik yang biasa menyajikan gending-gending berlaras 'saih lima' dan juga untuk mengiringi penyajian tari Legong Kraton.

CALUNG BANYUMAS
Musik ensamble bambu ini hidup di wilayah kultur Banyumas, Jawa
Tengah, yang agraris. Di samping menyajikan gending secara mandiri, calung juga untuk mengiringi tari Lengger yang sangat dikenal sebagai ungkapan komunal wong Banyumas.

KELOMPOK PADANGPANJANG
Grup ini akan membawakan karya tradisi musik Mingkabau (Sumbar) yang mengutamakan instrumen alat tiup, perkusi (kendhang dan bedhug) juga vokal.

SIPAKATAU
Suatu kelompok ensamble musik yang dimotori oleh anak-anak mahasiswa ISI Solo yang berlatarbelakang budaya Sulawesi Selatan.

DEGUNG SUNDA
Satu jenis ensemble pada wilayah budaya Sunda (Jawa Barat). Ensemble ini lebihdikenal dalam penyajian gendhing-gendhing 'kliningan'

MUSIK PERKUSI UNS
Ensemble ini terdiri dari alat musik yang dibuat dari kayu dan
triplek. Ensemble ini pada mulanya merupakan bagian dari UNS Marching Band.

MENTIR
Trade mark sindenan gaya Sragen tidak mungkin dapat dilepaskan dari kiprah sinden yang satu ini. Penampilannya yang enerjik dengan suara 'berat'nya mampu menghipnotis para penontonnya. Karawitan Sragen sendiri mempunyai ciri yang khas, rancak dan banyak senggaan, hingga menjadikan meriah.

GAMBANG SEMARANG
Alat musik pokok jenis musik ini adalah semacam bonang kenong
kecil-kecil yang mewarai baik iramadan warna musik Gambang Semarang.
Beberapa alat musik pendukung yang lainnya antatra lain Kendang,
balungan, biola, dan suling. Lagu-lagu yang sering dibawakan kelompok ini adalah adalah lagu-lagu khas Semarangan atau gaya Lenong Betawi, namun padaperkembangannya mereka juga mencoba membawakan lagu-lagu pop yang mungkin diiringi oleh jenis musik ini, karena tidak semua lagu pop dapat diiringi oleh jenis musik ini. Di Kotanya Semarang, kelompok ini berkembang tapi tidak terlalu fenomenal karena mungkin rumitnya.

TEMPERENTE
Kelompok perkusi yang mempergunakan jimbe sebagai instrumen utamanya.
Disamping itu juga didukung oleh instrumen yanglain seperti kedang Jawa dan Terbangan.

ETNO ENSEMBLE
Kelompok musik perkusi ini telah sering mengisi berbagai event, bahkan pernah mengikuti kirab Bedug. Kelompok yang bernaung dibawah UKM Jurusan Karawitan ini rata-rata personilnya mahasiswaJurusan Etnomusikologi. Medium-medium garapnya diangkat dari vocabuler
musik-musik etnik di Indonesia.

THEK-THEK BANYUMAS
Kelompok inihampir menyerupai group drum band karena saking banyaknya personil. Minimal anggota kelompok ini adalah 45 orang. Ensemble utama kelompok ini adalah angklung dari bambu, ditambah beberapa alat yang menyerupai 'jidor' atau kendang besar yang dapat ditenteng. Alat musik ini diperagakansambil jalan, dengan membentuk formasi mirip marching band dengan beberapa penari latar. Disamping didominasi alatmusik kelompok thek-thek juga membawakan lagu-lagu yang populer di masyarakat.

LESUNG
Lesung pada mulanyadipergunakan sebagai alatpenumbuk padi di
desa-desa. Bunyi-bunyian yang muncul akibat aktifitas menumbuk padi tersebut mencoba dipadukan dengan nyanyian-nyanyian. Pada awalnya tetabuhan lesung ini dipergunakan sebagai iringan pagelaran kethoprak.
Pada periode berikutnya ketika gamelan menjadi alat iringan kethoprak, lesung terpinggirkan. Saat ini ada beberapa kelompok yang mencoba mengangkat kembali klothekan lesung ini.

TRèTHèK
Satu jenis musik urban yang pada mulanya dimanfaatkan atau difungsikan untuk ronda-ronda malam dilorong-lorong kampung dikotaSolo atau kota-kota besar di Jawa Tengah. Jenis musik ini didominasi oleh alat musik yang terbuat dari bambu (slitedrum).




イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink
Eko Supriyantoの公演のお知らせ
pentas eko pece

イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink
JCDN「踊りに行くぜ!!」アジアツアーのお知らせ
以下、API Fellowshipの先輩であるJCDNの水野さんから、コンテンポラリ舞踊アジアツアーのお知らせです。


日本語版/versi bahasa Jepang/Japanese versin

私が所属していますNPO法人 Japan Contemporary Dance Network の主催事業となります「踊りに行くぜ!!」は、日本各地を巡回して行なうダンス公演で、今年でvol.8となり、秋に国内21箇所での開催となります。新しい才能の発掘、各地のスペース間のネットワークつくりなどを目的に行なってきました。

来月8月から、「踊りに行くぜ!!」を”We're Gonna Go Dancing !!”として、初のアジアツアーを行います。昨年、私がAPIフェローとしてリサーチしましたマレーシア、インドネシア、タイに加え、フィリピンを含めた4カ国5都市で開催する運びになりました。

各都市で、日本から3-4組のダンスアーティストが出演し、各都市で活躍している地元のアーティストが1組加わり公演を開催します。

また地元の振付家・ダンサーを対象にワークショップを行ったり、ダンスミーティングと称してダンス関係者が集まり、問題点を話し合うなど交流事業も開催する予定です。

下記が開催日程です。

Schedule and Artists

(1) Kuala Lumpur, Malaysia
Venue: The Actors Studio @ Bangsar Shopping Centre
Performances: August 10th at 8:30pm, 11th at 1pm
Japanese Artists:
Ko & Edge Co., 康本雅子、ほうほう堂、身体表現サークル
Local Artists: TBA

(2) Bangkok, Thailand
Venue: Patravadi Theatre
Performance: August 17th at 8 pm
Japanese Artists:
Ko & Edge Co., 康本雅子、ほうほう堂、身体表現サークル
Local Artists: Pichet Klunchun

(3) Manila, the Philippines
Venue: Cultural Center of the Philippines
Performances: August 24th, 25th at 8 pm
Japanese Artists:
Ko & Edge Co., ほうほう堂, 三浦宏之, ピンク
Local Artists: The winner of the WiFi-JF NeXtage Award (TBA)

(4) Solo, Indonesia
Venue: "Teater Kecil" Indonesian Institute of Arts, Solo
Performances: August 30th, 31st at 8 pm
Japanese Artists: Ko & Edge Co., 三浦宏之, 赤丸急上昇
Local Artists: Retno Sulistyorini, Danang Pamungkas

(5) Jakarta, Indonesia
Venue: Goehe Haus
Performance: September 5th at 8 pm
Japanese Artists: Ko & Edge Co., 三浦宏之, 赤丸急上昇
Local Artists: Andara Firman Moeis, Desy Isna Rizky

水野立子
NPO法人 Japan Contemporary Dance Network
TEL075-361-4685 FAX075-361-6225
http://www.jcdn.org



英語版/versi bahasa Inggris/English version

Hello Everyone,

I would like to let you know about a dance performance tour in Asia that my organization JCDN will hold in this summer. I am very happy to start this project based on my research last year in these countries. I am hoping to progress this project next year with your help. I will be at the theater (except in Manila), please find me and talk to me.

We're Gonna Go Dancing!! 2007 -JCDN Tour Project in Asia-

"We're Gonna Go Dancing!!" is one of the main projects of Japan Contemporary Dance Network (JCDN), a non-profit organization, and held every year in Japan. We have created a new exciting movement of contemporary dance.

This summer, we are launching "We're Gonna Go Dancing!! in Asia". We will tour to five cities in four countries - Kuala Lumpur (Malaysia), Bangkok (Thailand), Manila (the Philippines), Solo and Jakarta (Indonesia) - with seven groups of Japanese artists (three or four groups at each location) together with one or two local artist.

JCDN starts "We're Gonna Go Dancing!! in Asia" with aims of creating:

1. A sustainable dance network in Asia.
2. A new way of communication between artists, organizers, and artists and organizers.
3. An opportunity to Asian dance artists to stimulate each other.
4. An opportunity for audience to meet new Asian contemporary dance.
5. A new cultural exchange beyond political or cultural barriers with contemporary dance, the new performing art form that doesn't require language.

This time, being the first time in Asia, the exchange will be between Japan and the visiting country. We are hoping to develop this project into larger scale, tour Asian countries with artists from those countries. Also we are planning to operate this project every year.

Not only with the influence from the western world, contemporary dance is growing in their own style in each Asian country. Although the importance of creating new dance form is much talked about in this modern age, artists and countries are often working in isolation.

Through "We're Gonna Go Dancing!! in Asia", we encourage dance related people in Asia to get together, cooperate and develop a fruitful dance network. We are planning to hold workshops and dance meetings at each location as well. We strongly believe that influencing each other will make the field of dance in our own countries more active in a positive way.

Schedule is below.

Schedule and Artists
(1) Kuala Lumpur, Malaysia
Venue: The Actors Studio @ Bangsar Shopping Centre
Performances: August 10th at 8:30pm, 11th at 3pm
Japanese Artists: Ko & Edge Co., Masako Yasumoto, Ho Ho-Do, Shintai Hyogen
Circle
Local Artists: TBA

(2) Bangkok, Thailand
Venue: Patravadi Theatre
Performance: August 17th at 8 pm
Japanese Artists: Ko & Edge Co., Masako Yasumoto, Ho Ho-Do, Shintai Hyogen Circle
Local Artists: Pichet Klunchun

(3) Manila, the Philippines
Venue: Cultural Center of the Philippines
Performances: August 24th, 25th at 8 pm
Japanese Artists: Ko & Edge Co., Ho Ho-Do, Hiroyuki Miura, Pink
Local Artists: The winner of the WiFi-JF NeXtage Award (TBA)

(4) Solo, Indonesia
Venue: "Teater Kecil" Indonesian Institute of Arts, Solo
Performances: August 30th, 31st at 8 pm
Japanese Artists: Ko & Edge Co., Hiroyuki Miura, Akamarukyuujyousyou
Local Artists: Retno Sulistyorini, Danang Pamungkas

(5) Jakarta, Indonesia
Venue: Goehe Haus
Performance: September 5th at 8 pm
Japanese Artists: Ko & Edge Co., Hiroyuki Miura, Akamarukyuujyousyou
Local Artists: Andara Firman Moeis, Desy Isna Rizky

NOTE: In each location, workshops and dance discussion will be organized as well.

Ritsuko Mizuno
NPO Japan Contemporary Dance Network
http://www.jcdn.org





イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink
公演 Iwan Tirta "Tanding Gendhing"
イワン・ティルタのバティック研究の成果が、ジャワ舞踊劇の形で提示されます。
この公演は2006年12月7日にジャカルタで初演されました。

PERSEMBAHAN UNTUK INDONESIA - RETROPEKSI -

IWAN TIRTA
"Tanding Gendhing"(A Battle of Wits)


Sebuah retropeksi terhadap batik klasik yang dipersembahkan melalui Opera Klasik Jawa.

Solo : 3 Agustus 2007
Teater Kecil ISI, 20.00 wib
VVIP Rp 100.000,-
VIP Rp 50.000,-
Mahasiswa Rp 25.000,-

Surabaya : 8 Agustus 2007
Balai Pemuda, 20.00 wib
HTM Rp 150.000,-

Yogyakarta : 11 Agustus 2007
Benteng Vredenberg, 20.00 wib
VVIP Rp 100.000,-
VIP Rp 50.000,-

Jakarta : 21 & 22 Agustus 2007
Graha Bhakti Budaya ? TIM, 20.00 wib
VVIP Rp 250.000,-
VIP 1 Rp 150.000,-
VIP 1 Rp 100.000,-
Balkon Rp 75.000,-

Cirebon : 25 Agustus 2007
Hotel Prima, 20.00 wib
HTM Rp 150.000,-

(TIKET MULAI DIJUAL MINGGU KE-2 JULI)
Untuk pemesanan undangan di Solo harap hubungi:
FAFA 08122627611,
DETA 081329272000,
WULAN 081931696389,
DEWA 085647007997
(mohon sebutkan nama, alamat, no. telpon, dan jumlah undangan)
イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink
フェスティバル・バティック・ヌサンタラのお知らせ
Badan Pelestarian Pusaka Indonesia/BPPI (Indonesian Heritage Trust) dan Pemkot Surakarta menyelenggarakan:

FESTIVAL BATIK NUSANTARA
28-29 JULI 2007

Seminar Batik Nusantara, Pameran Apresiasi Batik Nusantara & Bursa Batik, Kontes 1000 Anak Membatik, Jelajah Batik,

AGENDA ACARA:

Sabtu, 28 Juli 2007
Pendahpi Gede, Balaikota Surakarta
Jl. Jend. Sudirman No.2 Solo
SEMINAR BATIK NUSANTARA

Sesi I
pk. 10.00 -11.00
Moderator: Drs. Soedarmono, SU.
Pembicara I: Prof. Abdul Bari Azed
Topik :Sosialisasi Hak kekayaan Intelektual Perlindungan Hak Cipta bagi Pembatik
Pembicara II: Dr. Dharsono
Topik :Makna Filosofis dan Penggalian dari Berbagai Daerah dan Masa Sejarahnya.

pk. 11.00 -12.00
Moderator: Dra. S.Rum Handayani, M.Si.
Pembicara I: Ir. Sri Soedewi Samsi
Topik :Motif, Proses dan Teknik Pembantikan
Pembicara II: Dr. Nazir Tamara
Topik :Pengaruh Islam pada Batik Nusantara

pk.12 - 13.00 wib
ISHOMA(istirahat,sholat,makan)


Sesi II
pk. 13.00 -14.00
Moderator: Sujiwo Tejo
Pembicara I: H. Santosa Doellah
Topik :Batik dari Industri Rumah Menjadi Industri Besar, sebagai Pengalaman Pribadi
Pembicara II: Dr. Widigdo Sukarman
Topik :Batik dari Industri Rumah Menjadi Industri Besar, dari Segi Pendanaan Perbankan

pk. 14.00-14.15
Coffee Break


pk. 14.15 -15.15
Moderator: Ray Sahetapi
Pembicara : Carmanita
Topik :Batik sebagai Bahan Busana Modern

MC: Iga Mawarni

Biaya seminar: Umum Rp 100.000,- dan Mahasiswa/Pelajar Rp 25.000,-

Minggu, 29 Juli 2007
di Halaman Balaikota Surakarta

08.00 wib - 12.00 wib
Kontes 1000 Pembatik Anak-anak Usia 5-12 Tahun

09.00 wib - 16.00 wib
Jelajah Batik: ke Kampung Batik Laweyan, Museum Batik Danar Hadi, Kampung Batik Kauman

Contact Person:
Heru Mataya 0816675 808, 0271-7501242, 0271-717571
イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink
マンクヌガラン王家設立250年記念イベントの案内
今年はマンクヌガラン王家が設立されて250年の節目に当たり、さまざまな催しが開かれます。

2007年3月8日マンクヌガランでのBedhaya Diradameda公演もその一環です。

BERITA PERS

Peringatan 250th Puro Mangkunegaran: A Reviving Moment

19 Juli 2007
Lokasi : Rumah Imam Bonjol - Jakarta
Acara : Macapat, Pergelaran Tari, & Presentasi Pemugaran dan Penggalangan Dana

21 Juli 2007
Lokasi : Museum Nasional (Gajah), Jakarta
Acara : Reperformance of Bedhaya Mataram Senapaten Diradameta

18 Agustus 2007
Lokasi : Puro Mangkunegaran - Solo
Acara : Seminar Perjuangan Rakyat Mataram

19 Agustus 2007
Lokasi : Kota Solo dan sekitarnya
Acara : Napak Tilas Tempat-Tempat Persinggahan RM.Said

7, 8, 9 September 2007
Lokasi : Puro Mangkunegaran - Solo
Acara : Peringatan Ulang Tahun Grup Tari Soeryosumirat &140 Tahun Rekso Pustoko (Perpustakaan Mangkunegaran)

9 & 10 November 2007
Lokasi : Jalan di Sekitar Puro Mangkunegaran, dan Puro Mangkunegaran
Acara : "Solo Tempo Doeloe" : Pesta Seni Budaya dan Pasar Rakyat

11 November 2007
Lokasi : Puro Mangkunegaran - Solo
Acara : Pergelaran Tari Kolosal Perjuangan Rakyat Mataram & Berdirinya Puro Mangkunegaran Dalam Rangka Peringatan 250 Tahun Puro Mangkunegaran

2009
Jenis : Penerbitan Buku Pustaka
Materi : Buku Pustaka "250 Tahun Berdirinya Puro Mangkunegaran"


Ketika kokoh pondasi kian rapuh,
dan dinding – dinding putih semakin lusuh
oleh sang waktu yang tak henti menyepuh,
megah istana pun perlahan kian luluh,
lahirkan kegamangan, kobarkan kecemasan,
saat menyongsong angin yang terus
meniupkan perubahan pada zaman


MEMASUKI usianya yang ke-250 tahun ini, Puro Mangkunegaran semakin terlihat menua. Secara fisik, ia tampak rapuh dan memerlukan pemugaran. Sementara kini, keberadaannya sendiri bukan lagi sekadar saksi bisu sejarah dan budaya Indonesia, melainkan juga cagar wisata bagi siapapun warga dunia yang ingin menikmati keeksotisannya.

Pendapa Ageng adalah satu dari beberapa bangunan utama Puro Mangkunegaran. Seluas 3500 meter persegi, pendopo terluas di Indonesia itu kini membutuhkan perhatian khusus, mengingat beberapa bagiannya telah mengeropos akibat proses pelapukan. Di sisi barat pendopo, tampak beberapa pondasi atapnya telah ditopang bambu penyangga.

Sementara itu, Langen Projo atau ruangan karawitan merupakan tempat bersejarah yang telah melahirkan dan mendidik pemain-pemain gamelan Mangkunegaran dari berbagai lintas generasi. Kini, ruangan itu pun sama pentingnya untuk disentuh pemugaran. Lantai bangunannya rusak, atap mulai berlubang, serta dinding yang mulai berlumut dan kusam.

Di sisi barat Puro Mangkunegaran, kondisi bangunan bersejarah lainnya juga demikian. Panti Putro, misalnya. Pada zaman dahulu, bangunan ini merupakan tempat para calon raja/pangeran "dipingit" menjelang aqil baliq (dewasa) dan menyandang gelarnya. Di sana-sini, khususnya bangunan utama, mulai porak poranda dan tidak memungkinkan lagi dihuni. Tidak adanya dana perawatan membuat sekolah dasar "Siswo" yang dulu terkenal di situ kini beralih fungsi sebagai gudang penyimpanan barang inventaris Mangkunegaran.

Di bidang pendidikan formal, Puro Mangkunegaran sebetulnya cukup memberikan andil besar bagi Kota Solo dan sekitarnya. Dan lagi-lagi, hanya karena tidak ada dana perawatan, bangunan-bangun sekolah di lingkungan Puro itu kini kurang terawat baik. Bangunan "Siswo" untuk tingkat SMA yang berada di sisi kanan gerbang utama Puro Mangkunegaran, contohnya. "Gedung sekolah" itu kini juga semakin tidak terawat.

Rasanya, nasib bangunan bekas markas 'Artillerrie Kavalerrie' pun hanya sebatas kenangan kejayaan masa lalu Puro Mangkunegaran. Menghadap alun-alun Mangkunegaran, keberadaannya yang tinggi menjulang dan kokoh sebagai pusat perhatian publik itu kini tak lagi disertai perawatan memadai.

Dibangun sejak 1874, dinding bangunan bekas markas kavaleri itu kini tampak berlumut hitam dan keropos. Jendela-jendela besi kekar harus digantikan dengan papan kayu yang kini juga telah lapuk. Sementara itu, istal-istal kuda peliharan para pangeran sudah banyak yang kosong dan tak lagi berisi kuda-kuda gagah para prajurit dan bangsawan Mangkunegaran.


250th Puro Mangkunegaran:
Sebuah Momentum Mempertahankan Tradisi


SENJAKALA tradisi, perjalanan seni dan budaya suatu bangsa harus terus berjalan demi mempertahankan eksistensi bangsa itu sendiri bagi masa depannya. Kiranya, begitu pula Puro Mangkunegaran. Di usianya yang ke-250 tahun ini, semangat para pelaku seni dan budaya di dalamnya masih senantiasa muda dan bergelora. Karena mereka percaya, setiap sesepuh tua kelak akan pergi, dan digantikan oleh mereka yang muda untuk meneruskan tradisi melakoni seni dan budaya para leluhurnya.

Namun, akankah semangat tersebut pupus di tengah jalan, dan bahkan terhapus hanya karena perjalanan waktu yang akan terus menggerogoti tempat mereka bernaung itu? Sampai kapan? Setahun, dua tahun, atau sepuluh tahun, sementara waktu terus berjalan? Haruskah menunggu uluran tangan, hingga satu waktu dinding megah bangunan itu satu persatu akan roboh? Atau, menannti hingga atap nan indah menjulang itu akan runtuh?

Kini, bukan lagi waktunya menunggu, dan menunggu. Namun, sudah saatnya berbuat lebih nyata demi masa depan Puro Mangkunegaran. Sebuah warisan berharga, bukan hanya milik bangsa Indonesia, melainkan juga warga dunia.

Kiranya, momentum 250th Puro Mangkunegaran : A Reviving Moment" merupakan saat tepat yang dipilih oleh keluarga besar Puro Mangkunegaran yang terdiri dari Yayasan Pemerhati Puro Mangkunegaran (YPPM), Yayasan Soeryosumirat, beserta Himpunan Kerabat Mangkunegaran Soeryosumirat, untuk melakukan penggalangan dana bagi pemugaran Puro Mangkunegaran melalui beragam kegiatan seni dan budaya.

Sesuai rencana, setelah diawali Pergelaran Tari Bedhaya Mataram Senapaten Diradameta & Selamatan Perjanjian Salatiga (16 – 17 Maret 2007), serta Lomba Macapat (3 Juni 2007), beragam hajatan seni-budaya, dan sejarah lainnya pun telah dirancang oleh panitia Peringatan 250th Puro Mangkunegaran hingga November 2007 mendatang.

Beberapa mata acara, tempat, dan waktu pelaksanaannya, adalah sebagai tertulis diatas.


Sebagai deskripsi, acara puncak peringatan yang jatuh pada 9 dan 10 November 2007 nanti akan menyulap jalan-jalan utama Kota Solo dengan arak-arakan prajurit Puro Mangkunegaran yang diikuti dengan riuhnya marching band mengenakan busana khas budaya tradisional "ciri khas" Mangkunegaran. Keriuhan sejak pagi hingga petang hari tersebut juga akan diramaikan dengan digelarnya pusat-pusat kerajinan dan budaya tradisional di sepanjang areal acara (Alun-alun Mangkunegaran) . Semuanya berasal dari Solo, mulai toko besar sampai dengan penjaja barang kerajinan dan jajanan pinggir jalan.

Sehari berikutnya, keramaian acara akan diriuhkan dengan Peragaan Busana Tradisional Jawa Khas Mangkunegaran, mulai dari era terdahulu sampai yang terkini. Selain itu, telah disiapkan pula jamuan makan malam dengan sajian kuliner khas Puro Mangkunegaran, senandung musik keroncong, serta pergelaran Tari Kolosal "Perjuangan Rakyat Mataram & Berdirinya Puro Mangkunegaran" .

Khusus penyelenggaraan tari kolosal tersebut, panitia merancang keterlibatan sekitar 250 hingga 300 orang penari yang terdiri dari berbagai bangsa, etnis, dan suku, seperti warga negara Belanda, warga keturunan Tionghoa, suku Bali, Jawa, dan lain-lain yang akan melibatkan pasukan berkuda dan Gajah, serta Parade keluarga besar Puro Mangkunegaran & Sentono Abdi Dalem.

Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Yayasan Pemerhati Puro Mangkunegaran (YPPM), Yayasan Soeryosumirat, Himpunan Kerabat Mangkunegaran Soeryosumirat, serta Idekami Communication, dan didukung oleh PT HM Sampoerna Tbk. melalui payung program "Sampoerna Untuk Indonesia" yang memiliki visi sama dalam meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kesenian dan kebudayaan nasional, di antaranya seni musik tradisional Jawa.

Salam dan Terima kasih,


M. Latief – Public Relation Idekami Communication
Phone : 021 766 9870
Fax : 021 759 04 530
Mobile : 0812 829 1263
Email : latipuscaverius@ yahoo.com, purel_idekami@ yahoo.com



イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink
スラマット・リヤディ・アート・フェアを見る
スラマット・リヤディ・アート・フェア
2007年6月16日(土)夜


7時過ぎか8時頃から、市の東西を走るスラマット・リヤディ通りに並ぶ舞台を、西から順に見てゆく。舞台はすべてこの大通り上に北向きに設置され、椅子が並べられているが、車やバイクの通行は禁止されていなくて、道路の端を通行してゆく。

Loji Gandrung(市長公邸)からパレードが出発
パレードというほどでもない少数のワヤンオラン役者と少数の鼓笛隊が行く

Stage 7 (Di Depan Stadion Sriwedari)
(Rock,Jazz,Etnik,Pop & Regee)
この舞台の前だけ道路は封鎖で車は迂回。(バイクはOK)

Stage 5. (Di Depan Taman Sriwedari)スリウェダリのワヤンオラン劇
スリウェダリ劇場付きの役者たちが、今日は劇場の外側に作られた舞台で上演。

Stage 4 (Di Depan BTN) 田舎の芸術:5地域の代表による
私が見たグループはサンティ・スワラン(ジャワ・イスラムの音楽)をやっていた

Stage 6 ( Di Depan Hotel Cakra)子供の舞踊教室9団体の上演
私が見たグループは東ジャワの踊りをやっていた
この舞台の前は椅子がなく、皆立ち見。

Stage 3 (Di Depan Kampus ASDI)クトプラの上演

Stage 2 (Di Depan SMP Bintang Laut)クロンチョンの上演

スクリーン(di Depan Toko Sampoerna)映像の上演

Stage 1 (Bundaran Gladag)一晩のワヤン上演
Dalang:Ki Purbo Asmoro
さすがにここが一番人が多く、地面に座り込んで見ている人が多い。
その周辺には日本から輸入したらしい古着、漢方薬、工具などの小物、こどものおもちゃなどが出店されている。
イベントニュース | トラックバック(0) | コメント(0) |permalink