公演 Iwan Tirta "Tanding Gendhing"
イワン・ティルタのバティック研究の成果が、ジャワ舞踊劇の形で提示されます。
この公演は2006年12月7日にジャカルタで初演されました。
PERSEMBAHAN UNTUK INDONESIA - RETROPEKSI -
IWAN TIRTA
"Tanding Gendhing"(A Battle of Wits)
Sebuah retropeksi terhadap batik klasik yang dipersembahkan melalui Opera Klasik Jawa.
Solo : 3 Agustus 2007
Teater Kecil ISI, 20.00 wib
VVIP Rp 100.000,-
VIP Rp 50.000,-
Mahasiswa Rp 25.000,-
Surabaya : 8 Agustus 2007
Balai Pemuda, 20.00 wib
HTM Rp 150.000,-
Yogyakarta : 11 Agustus 2007
Benteng Vredenberg, 20.00 wib
VVIP Rp 100.000,-
VIP Rp 50.000,-
Jakarta : 21 & 22 Agustus 2007
Graha Bhakti Budaya ? TIM, 20.00 wib
VVIP Rp 250.000,-
VIP 1 Rp 150.000,-
VIP 1 Rp 100.000,-
Balkon Rp 75.000,-
Cirebon : 25 Agustus 2007
Hotel Prima, 20.00 wib
HTM Rp 150.000,-
(TIKET MULAI DIJUAL MINGGU KE-2 JULI)
Untuk pemesanan undangan di Solo harap hubungi:
FAFA 08122627611,
DETA 081329272000,
WULAN 081931696389,
DEWA 085647007997
(mohon sebutkan nama, alamat, no. telpon, dan jumlah undangan)
- [2007/07/15 17:43]
- イベントニュース |
- トラックバック(0) |
- コメント(0)
- この記事のURL |
- TOP ▲
フェスティバル・バティック・ヌサンタラのお知らせ
Badan Pelestarian Pusaka Indonesia/BPPI (Indonesian Heritage Trust) dan Pemkot Surakarta menyelenggarakan:
FESTIVAL BATIK NUSANTARA
28-29 JULI 2007
Seminar Batik Nusantara, Pameran Apresiasi Batik Nusantara & Bursa Batik, Kontes 1000 Anak Membatik, Jelajah Batik,
AGENDA ACARA:
Sabtu, 28 Juli 2007
Pendahpi Gede, Balaikota Surakarta
Jl. Jend. Sudirman No.2 Solo
SEMINAR BATIK NUSANTARA
Sesi I
pk. 10.00 -11.00
Moderator: Drs. Soedarmono, SU.
Pembicara I: Prof. Abdul Bari Azed
Topik :Sosialisasi Hak kekayaan Intelektual Perlindungan Hak Cipta bagi Pembatik
Pembicara II: Dr. Dharsono
Topik :Makna Filosofis dan Penggalian dari Berbagai Daerah dan Masa Sejarahnya.
pk. 11.00 -12.00
Moderator: Dra. S.Rum Handayani, M.Si.
Pembicara I: Ir. Sri Soedewi Samsi
Topik :Motif, Proses dan Teknik Pembantikan
Pembicara II: Dr. Nazir Tamara
Topik :Pengaruh Islam pada Batik Nusantara
pk.12 - 13.00 wib
ISHOMA(istirahat,sholat,makan)
Sesi II
pk. 13.00 -14.00
Moderator: Sujiwo Tejo
Pembicara I: H. Santosa Doellah
Topik :Batik dari Industri Rumah Menjadi Industri Besar, sebagai Pengalaman Pribadi
Pembicara II: Dr. Widigdo Sukarman
Topik :Batik dari Industri Rumah Menjadi Industri Besar, dari Segi Pendanaan Perbankan
pk. 14.00-14.15
Coffee Break
pk. 14.15 -15.15
Moderator: Ray Sahetapi
Pembicara : Carmanita
Topik :Batik sebagai Bahan Busana Modern
MC: Iga Mawarni
Biaya seminar: Umum Rp 100.000,- dan Mahasiswa/Pelajar Rp 25.000,-
Minggu, 29 Juli 2007
di Halaman Balaikota Surakarta
08.00 wib - 12.00 wib
Kontes 1000 Pembatik Anak-anak Usia 5-12 Tahun
09.00 wib - 16.00 wib
Jelajah Batik: ke Kampung Batik Laweyan, Museum Batik Danar Hadi, Kampung Batik Kauman
Contact Person:
Heru Mataya 0816675 808, 0271-7501242, 0271-717571
- [2007/07/15 17:40]
- イベントニュース |
- トラックバック(0) |
- コメント(0)
- この記事のURL |
- TOP ▲
マンクヌガラン王家設立250年記念イベントの案内
今年はマンクヌガラン王家が設立されて250年の節目に当たり、さまざまな催しが開かれます。
2007年3月8日マンクヌガランでのBedhaya Diradameda公演もその一環です。
BERITA PERS
Peringatan 250th Puro Mangkunegaran: A Reviving Moment
19 Juli 2007
Lokasi : Rumah Imam Bonjol - Jakarta
Acara : Macapat, Pergelaran Tari, & Presentasi Pemugaran dan Penggalangan Dana
21 Juli 2007
Lokasi : Museum Nasional (Gajah), Jakarta
Acara : Reperformance of Bedhaya Mataram Senapaten Diradameta
18 Agustus 2007
Lokasi : Puro Mangkunegaran - Solo
Acara : Seminar Perjuangan Rakyat Mataram
19 Agustus 2007
Lokasi : Kota Solo dan sekitarnya
Acara : Napak Tilas Tempat-Tempat Persinggahan RM.Said
7, 8, 9 September 2007
Lokasi : Puro Mangkunegaran - Solo
Acara : Peringatan Ulang Tahun Grup Tari Soeryosumirat &140 Tahun Rekso Pustoko (Perpustakaan Mangkunegaran)
9 & 10 November 2007
Lokasi : Jalan di Sekitar Puro Mangkunegaran, dan Puro Mangkunegaran
Acara : "Solo Tempo Doeloe" : Pesta Seni Budaya dan Pasar Rakyat
11 November 2007
Lokasi : Puro Mangkunegaran - Solo
Acara : Pergelaran Tari Kolosal Perjuangan Rakyat Mataram & Berdirinya Puro Mangkunegaran Dalam Rangka Peringatan 250 Tahun Puro Mangkunegaran
2009
Jenis : Penerbitan Buku Pustaka
Materi : Buku Pustaka "250 Tahun Berdirinya Puro Mangkunegaran"
Ketika kokoh pondasi kian rapuh,
dan dinding – dinding putih semakin lusuh
oleh sang waktu yang tak henti menyepuh,
megah istana pun perlahan kian luluh,
lahirkan kegamangan, kobarkan kecemasan,
saat menyongsong angin yang terus
meniupkan perubahan pada zaman
MEMASUKI usianya yang ke-250 tahun ini, Puro Mangkunegaran semakin terlihat menua. Secara fisik, ia tampak rapuh dan memerlukan pemugaran. Sementara kini, keberadaannya sendiri bukan lagi sekadar saksi bisu sejarah dan budaya Indonesia, melainkan juga cagar wisata bagi siapapun warga dunia yang ingin menikmati keeksotisannya.
Pendapa Ageng adalah satu dari beberapa bangunan utama Puro Mangkunegaran. Seluas 3500 meter persegi, pendopo terluas di Indonesia itu kini membutuhkan perhatian khusus, mengingat beberapa bagiannya telah mengeropos akibat proses pelapukan. Di sisi barat pendopo, tampak beberapa pondasi atapnya telah ditopang bambu penyangga.
Sementara itu, Langen Projo atau ruangan karawitan merupakan tempat bersejarah yang telah melahirkan dan mendidik pemain-pemain gamelan Mangkunegaran dari berbagai lintas generasi. Kini, ruangan itu pun sama pentingnya untuk disentuh pemugaran. Lantai bangunannya rusak, atap mulai berlubang, serta dinding yang mulai berlumut dan kusam.
Di sisi barat Puro Mangkunegaran, kondisi bangunan bersejarah lainnya juga demikian. Panti Putro, misalnya. Pada zaman dahulu, bangunan ini merupakan tempat para calon raja/pangeran "dipingit" menjelang aqil baliq (dewasa) dan menyandang gelarnya. Di sana-sini, khususnya bangunan utama, mulai porak poranda dan tidak memungkinkan lagi dihuni. Tidak adanya dana perawatan membuat sekolah dasar "Siswo" yang dulu terkenal di situ kini beralih fungsi sebagai gudang penyimpanan barang inventaris Mangkunegaran.
Di bidang pendidikan formal, Puro Mangkunegaran sebetulnya cukup memberikan andil besar bagi Kota Solo dan sekitarnya. Dan lagi-lagi, hanya karena tidak ada dana perawatan, bangunan-bangun sekolah di lingkungan Puro itu kini kurang terawat baik. Bangunan "Siswo" untuk tingkat SMA yang berada di sisi kanan gerbang utama Puro Mangkunegaran, contohnya. "Gedung sekolah" itu kini juga semakin tidak terawat.
Rasanya, nasib bangunan bekas markas 'Artillerrie Kavalerrie' pun hanya sebatas kenangan kejayaan masa lalu Puro Mangkunegaran. Menghadap alun-alun Mangkunegaran, keberadaannya yang tinggi menjulang dan kokoh sebagai pusat perhatian publik itu kini tak lagi disertai perawatan memadai.
Dibangun sejak 1874, dinding bangunan bekas markas kavaleri itu kini tampak berlumut hitam dan keropos. Jendela-jendela besi kekar harus digantikan dengan papan kayu yang kini juga telah lapuk. Sementara itu, istal-istal kuda peliharan para pangeran sudah banyak yang kosong dan tak lagi berisi kuda-kuda gagah para prajurit dan bangsawan Mangkunegaran.
250th Puro Mangkunegaran:
Sebuah Momentum Mempertahankan Tradisi
SENJAKALA tradisi, perjalanan seni dan budaya suatu bangsa harus terus berjalan demi mempertahankan eksistensi bangsa itu sendiri bagi masa depannya. Kiranya, begitu pula Puro Mangkunegaran. Di usianya yang ke-250 tahun ini, semangat para pelaku seni dan budaya di dalamnya masih senantiasa muda dan bergelora. Karena mereka percaya, setiap sesepuh tua kelak akan pergi, dan digantikan oleh mereka yang muda untuk meneruskan tradisi melakoni seni dan budaya para leluhurnya.
Namun, akankah semangat tersebut pupus di tengah jalan, dan bahkan terhapus hanya karena perjalanan waktu yang akan terus menggerogoti tempat mereka bernaung itu? Sampai kapan? Setahun, dua tahun, atau sepuluh tahun, sementara waktu terus berjalan? Haruskah menunggu uluran tangan, hingga satu waktu dinding megah bangunan itu satu persatu akan roboh? Atau, menannti hingga atap nan indah menjulang itu akan runtuh?
Kini, bukan lagi waktunya menunggu, dan menunggu. Namun, sudah saatnya berbuat lebih nyata demi masa depan Puro Mangkunegaran. Sebuah warisan berharga, bukan hanya milik bangsa Indonesia, melainkan juga warga dunia.
Kiranya, momentum 250th Puro Mangkunegaran : A Reviving Moment" merupakan saat tepat yang dipilih oleh keluarga besar Puro Mangkunegaran yang terdiri dari Yayasan Pemerhati Puro Mangkunegaran (YPPM), Yayasan Soeryosumirat, beserta Himpunan Kerabat Mangkunegaran Soeryosumirat, untuk melakukan penggalangan dana bagi pemugaran Puro Mangkunegaran melalui beragam kegiatan seni dan budaya.
Sesuai rencana, setelah diawali Pergelaran Tari Bedhaya Mataram Senapaten Diradameta & Selamatan Perjanjian Salatiga (16 – 17 Maret 2007), serta Lomba Macapat (3 Juni 2007), beragam hajatan seni-budaya, dan sejarah lainnya pun telah dirancang oleh panitia Peringatan 250th Puro Mangkunegaran hingga November 2007 mendatang.
Beberapa mata acara, tempat, dan waktu pelaksanaannya, adalah sebagai tertulis diatas.
Sebagai deskripsi, acara puncak peringatan yang jatuh pada 9 dan 10 November 2007 nanti akan menyulap jalan-jalan utama Kota Solo dengan arak-arakan prajurit Puro Mangkunegaran yang diikuti dengan riuhnya marching band mengenakan busana khas budaya tradisional "ciri khas" Mangkunegaran. Keriuhan sejak pagi hingga petang hari tersebut juga akan diramaikan dengan digelarnya pusat-pusat kerajinan dan budaya tradisional di sepanjang areal acara (Alun-alun Mangkunegaran) . Semuanya berasal dari Solo, mulai toko besar sampai dengan penjaja barang kerajinan dan jajanan pinggir jalan.
Sehari berikutnya, keramaian acara akan diriuhkan dengan Peragaan Busana Tradisional Jawa Khas Mangkunegaran, mulai dari era terdahulu sampai yang terkini. Selain itu, telah disiapkan pula jamuan makan malam dengan sajian kuliner khas Puro Mangkunegaran, senandung musik keroncong, serta pergelaran Tari Kolosal "Perjuangan Rakyat Mataram & Berdirinya Puro Mangkunegaran" .
Khusus penyelenggaraan tari kolosal tersebut, panitia merancang keterlibatan sekitar 250 hingga 300 orang penari yang terdiri dari berbagai bangsa, etnis, dan suku, seperti warga negara Belanda, warga keturunan Tionghoa, suku Bali, Jawa, dan lain-lain yang akan melibatkan pasukan berkuda dan Gajah, serta Parade keluarga besar Puro Mangkunegaran & Sentono Abdi Dalem.
Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Yayasan Pemerhati Puro Mangkunegaran (YPPM), Yayasan Soeryosumirat, Himpunan Kerabat Mangkunegaran Soeryosumirat, serta Idekami Communication, dan didukung oleh PT HM Sampoerna Tbk. melalui payung program "Sampoerna Untuk Indonesia" yang memiliki visi sama dalam meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kesenian dan kebudayaan nasional, di antaranya seni musik tradisional Jawa.
Salam dan Terima kasih,
M. Latief – Public Relation Idekami Communication
Phone : 021 766 9870
Fax : 021 759 04 530
Mobile : 0812 829 1263
Email : latipuscaverius@ yahoo.com, purel_idekami@ yahoo.com
- [2007/06/23 16:11]
- イベントニュース |
- トラックバック(0) |
- コメント(0)
- この記事のURL |
- TOP ▲
スラマット・リヤディ・アート・フェアを見る
スラマット・リヤディ・アート・フェア
2007年6月16日(土)夜
7時過ぎか8時頃から、市の東西を走るスラマット・リヤディ通りに並ぶ舞台を、西から順に見てゆく。舞台はすべてこの大通り上に北向きに設置され、椅子が並べられているが、車やバイクの通行は禁止されていなくて、道路の端を通行してゆく。
Loji Gandrung(市長公邸)からパレードが出発
パレードというほどでもない少数のワヤンオラン役者と少数の鼓笛隊が行く
Stage 7 (Di Depan Stadion Sriwedari)
(Rock,Jazz,Etnik,Pop & Regee)
この舞台の前だけ道路は封鎖で車は迂回。(バイクはOK)
Stage 5. (Di Depan Taman Sriwedari)スリウェダリのワヤンオラン劇
スリウェダリ劇場付きの役者たちが、今日は劇場の外側に作られた舞台で上演。
Stage 4 (Di Depan BTN) 田舎の芸術:5地域の代表による
私が見たグループはサンティ・スワラン(ジャワ・イスラムの音楽)をやっていた
Stage 6 ( Di Depan Hotel Cakra)子供の舞踊教室9団体の上演
私が見たグループは東ジャワの踊りをやっていた
この舞台の前は椅子がなく、皆立ち見。
Stage 3 (Di Depan Kampus ASDI)クトプラの上演
Stage 2 (Di Depan SMP Bintang Laut)クロンチョンの上演
スクリーン(di Depan Toko Sampoerna)映像の上演
Stage 1 (Bundaran Gladag)一晩のワヤン上演
Dalang:Ki Purbo Asmoro
さすがにここが一番人が多く、地面に座り込んで見ている人が多い。
その周辺には日本から輸入したらしい古着、漢方薬、工具などの小物、こどものおもちゃなどが出店されている。
- [2007/06/17 00:27]
- イベントニュース |
- トラックバック(0) |
- コメント(0)
- この記事のURL |
- TOP ▲
スラマット・リヤディ・アート・フェアのお知らせ
Press release
Slamet Riyadi Arts Fair 2007
2007年6月16日19.00- 9公演
Stage 1 ( Bundaran Gladag)
Parade Lintas Musik
Pergelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk
Dalang:Ki Purbo Asmoro
Stage 2 ( Di Depan SMP Bintang Laut)
Pergelaran Keroncong – 5 Grup keroncong Asli: O.K. Arjuno, O.K.Damai Musik, O.K.Maestro, O.K.Pasiri.Jr, O.K.Tirta Lawu
Stage 3 ( Di Depan Kampus ASDI)
Pergelaran Ketoprak Balekambang
Stage 4 ( Di Depan BTN) – OPENING Slamet Riyadi Art Fair
Pergelaran Seni Kampoeng
Perwakilan 5 Kecamatan : Laweyan, Banjarsari,Jebres,Serengan,Pasar Kliwon
Stage 5. ( Di Depan Taman Sriwedari)
Pergelaran Wayang Orang Sriwedari
Stage 6 ( Di Depan Hotel Cakra)
Pergelaran Karya Unggulan 9 Sanggar Tari Anak-anak: Sanggar Sarotama, Sanggar Metta Budaya,Sanggar SoeryoSoemirat, Sanggar Arlang, Semarak Candra Kirana, Sanggar Padmosusastro, Sanggar Sarwi Retno Budaya, Sanggar Tirto Sumirat
Stage 7 ( Di Depan Stadion Sriwedari)
(Rock,Jazz,Etnik,Pop & Regee)
Down For Life, Mid Season,Etno Ensamble, UTARA Band, Samalona
&Nashid Zukhruf
LAYAR TANCAP – Depan Toko Sampoerna
Pemutaran Film Indie karya Sineas-sineas Solo &Pameran FOTOGRAFI
Opening : Musik Perkusi TEMPERENTE
Pergelaran Musik di KERETA API Sepanjang Jalan Slamet Riyadi
Karnaval ORKES KENTONGAN Jateng (dari Perempatan Gendengan – Bundaran Gladag)
Contact Person---------------
Heru Mataya 0816675 808
St. Wiyono 0812 1514 186
Dr.Dharsono 0812 2656 566
-----------------------------
Dalam sejarahnya, pada abad ke-19 tepat berhadapan dengan benteng Vastenberg, menjadi pusat pemukiman Belanda yang dinamakan Kampung Baru. Di pusat pemukiman Belanda terdapat jalan ke arah barat menuju Kartasura dan ke Semarang. Jalan yang dinamakan Wihelminaan (sekarang Slamet Riyadi) inilah yang membagi kota Surakarta menjadi dua – sebelah utara menjadi komplek Belanda dan selatan menjadi komplek keraton. Jalan inilah yang seolah-olah menjadi 'pembelah' kota Surakarta.
Dengan dibukanya jalan menuju Semarang, terjadi pertumbuhan ekonomi dan kultural pada masyarakat Solo. Sejak itu keberagaman etnis, tradisi dan kesenian tumbuh di masyarakat wilayah utara dan selatan kota. Poros jalan Slamet Riyadi inilah menjadi inspirasi mempertemukan potensi ekonomi kerakyatan dan kreativitas keseniannya dalam bingkai Slamet Riyadi Fair 2007.
Di sepanjang kawasan jalan ini akan diadakan seni pertunjukan – teater tradisi, musik, tari, dan layar tancap. Jalanan menjadi peristiwa kultural yang mempertemukan seni tradisi dan modern, juga dengan penonton dari segala lapisan masyarakat. Dengan demikian, kawasan Slamet Riyadi diharapkan menjadi poros kultural Kota Solo yang kreatif mulai kini dan di masa depan.
Slamet Riyadi Arts Fair (SRAF) 2007 bertujuan untuk mempertemukan kreativitas kultural berbagai komunitas dan kampung-kampung Kota Solo serta menciptakan kawasan Slamet Riyadi menjadi poros kultural Kota Solo yang kreatif, indah dan damai. Program ini berlokasi di sepanjang kawasan Jl. Slamet Riyadi - di 9 titik lokasi (bundaran Gladag - depan Stadion Sriwedari); tanggal 16 Juni 2007; pk. 19.00 –selesai. SRAF 2007 diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata,Seni & Budaya Pemerintah Kota Surakarta.
- [2007/06/14 22:43]
- イベントニュース |
- トラックバック(0) |
- コメント(0)
- この記事のURL |
- TOP ▲
インドネシア舞台芸術見本市のお知らせ
IPAM (Indoensia Performing Arts Mart)
2007年6月5-9日スラカルタにて
http://www.ipam-indonesia.org/
スケジュール
http://www.ipam-indonesia.org/schedule.html
2年前のIPAMの様子については水牛2005年7月号、水牛2005年8月号に書いています。
- [2007/05/27 15:00]
- イベントニュース |
- トラックバック(0) |
- コメント(0)
- この記事のURL |
- TOP ▲
ソロ国際民族音楽フェスティバル&会議(9月)のお知らせ
以下の催しがあります。
Solo International Ethnic Music Festival & Conference(=SIEM-FC)
2007年9月1-5日 Benteng Vastenburg Soloにて
共催:スラカルタ市
●出演者
海外:
ヨーロッパ(ドイツ、オランダ、フランス、イギリス、アイルランド、ギリシャ、ロシア)、中東(イラク、トルコ)、アメリカ(ラテン、アフロ、インディアン)、アジア(インド、タイ、中国、日本)、オーストラリア&ニュージーランド>アボリジニ、マオリ)
国内:
アチェ、パダンパンジャン、ブンクル、ジャカルタ、東ジャワ、マドゥーラ、バリ、東ヌサトゥンガラ、西ジャワ、マカッサル、パル、カリマンタン、パプア
地元:
ジョグジャカルタ、バニュマス、ソロ地域(ソロ、ボヨラリ、スコハルジョ、カランアニャール、ウォノギリ、スラゲン、クラテン)
●会議について
基調講演
インドネシア共和国外務大臣または観光文化大臣
パネリスト
Prof.Dr.R.Supanggah, Slamet Abdul Sjukur, Suka Hardjana,
Prof.Dr.Dieter mack(ドイツ)他
●事務局
住所: Jl.Sunan Kalijaga 25-27 Penumping Solo
TEL: +62-888-2900-291, +62-271-5889883
WEB: http://www.siemfc.com
Email: siemfc@siemfc.com
- [2007/05/13 22:14]
- イベントニュース |
- トラックバック(0) |
- コメント(0)
- この記事のURL |
- TOP ▲
浦和レッズ 試合
2007年5月9日15:30〜 マナハン競技場Manahan Stadiumにて
AFC チャンピオン・リーグ
Persik Kediri(インドネシア)vs 浦和 Red Diamonds(日本)
チケット Rp.20.000,-(新聞によるとこれがVIPチケットの値段)
マナハン競技場は、ジャカルタ、プカンバル(確か)と並んでインドネシアにおける3大競技場の1つらしい。Persik Kediriの本拠地であるクディリの競技場が当初の会場だったが、直前に変更になったとのこと。
友人と3人で見に行く。ほぼ時間通りに始まる。
A12が日本人サポーター用の門だというので、そこから入る。ざっと数えただけでサポーターの数は200人以上。ジャカルタの日本人会の人たちも駆けつけているとのことだった。でもソロの日本人会には連絡がきてないけど。
前半はPersik Kediri 2-1 浦和レッズ の成績で終わり、後半逆転するも、結局3-3の引き分けとなる。
Persik Kediriはインドネシアでは結構強いグループらしい。ちまちまとよく攻めていた気がする。

クディリ側サポーターのスタンド
- [2007/05/10 04:03]
- イベントニュース |
- トラックバック(0) |
- コメント(0)
- この記事のURL |
- TOP ▲
浦和レッズ その2
ガムランをやっていた友人が、今はなぜかreds waveという浦和レッズを100%応援している放送局でパーソナリティをしていることが判明。
reds wave → http://redswave.com/
- [2007/05/09 01:19]
- イベントニュース |
- トラックバック(0) |
- コメント(0)
- この記事のURL |
- TOP ▲
